BANGKALAN, koranmadura.com – Serapan tenaga kerja lokal di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, hingga sekarang belum mencapai target. Minimnya jumlah industri di wilayah setempat menjadi salah satu penyebab terbatasnya lapangan pekerjaan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disperinaker) Bangkalan, Jemmi Tria Sukmana, mengatakan rendahnya serapan tenaga kerja lokal disebabkan terbatasnya lapangan pekerjaan nan tersedia.
Menurut Jemmi, jumlah industri manufaktur di Bangkalan saat ini tetap tergolong sedikit. Kondisi tersebut berakibat pada rendahnya keahlian wilayah dalam menyerap tenaga kerja lokal.
“Memang tetap rendah lantaran industri di Bangkalan ini tetap sangat minim,” kata Jemmi, Senin, 2 November 2026.
Dia menjelaskan, jumlah tenaga kerja lokal nan terserap hingga September 2026 mencapai 1.167 orang. Angka tersebut tetap belum mencapai sasaran nan ditetapkan sebanyak 1.500 pekerja.
“Meski belum mencapai sasaran kami optimis kelak bisa mencapai sasaran sebanyak 1.500 pekerja lokal nan terserap,” paparnya.
Jemmi menyampaikan, info Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Bangkalan untuk 2026 belum dirilis. Sementara itu, TPT 2025 tercatat sebesar 5,31 persen alias setara dengan 31.878 orang.
“Kalau TPT 2026 itu belum keluar. TPT 2026 itu bakal rilis di 2027 sekitar bulan Maret,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·