KM/IST | SERAPAN TERBESAR: Dinkes P2KB Sumenep mencatat realisasi DBHCHT sekitar Rp10,44 miliar dari pagu Rp20,89 miliar hingga triwulan kedua 2026.KABAR MADURA | Serapan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep menjadi salah satu nan terbesar dibandingkan organisasi perangkat wilayah (OPD) lainnya.
Dari total perencanaan Rp20,89 miliar, realisasi hingga triwulan kedua tercatat sekitar Rp10,44 miliar alias nyaris separuh dari pagu nan tersedia.
Realisasi tersebut digunakan untuk sejumlah program, termasuk Universal Health Coverage (UHC) dan Bantuan Pelayanan Iuran Daerah (BPID).
Kepala Dinkes P2KB Sumenep drg. Ellya Fardasah mengatakan, untuk program UHC, realisasi telah mencapai sekitar 41 persen. Sementara realisasi untuk program BPID diklaim telah mencapai 71 persen.
“Untuk UHC sekitar 41 persen, sedangkan BPID sudah 71 persen,” kata Ellya.
Menurutnya, penyelenggaraan program nan dibiayai DBHCHT tersebut tidak mengalami hambatan berarti. Dengan demikian, rendahnya realisasi pada sejumlah program lain tidak terjadi pada penyelenggaraan aktivitas di Dinkes P2KB.
Ellya memastikan aktivitas nan menjadi tanggung jawab Dinkes P2KB terus melangkah sesuai perencanaan.
“Tidak ada kendala,” ujarnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·