Rp88 Miliar Belanja Modal Sumenep Belum Terserap, Banggar Desak Evaluasi Pemkab!

32 menit yang lalu 1
Rp88 Miliar Belanja Modal Sumenep Belum Terserap, Banggar Desak Evaluasi Pemkab! Rp88 Miliar Belanja Modal Sumenep Belum Terserap, Banggar Desak Evaluasi Pemkab!

PortalMadura.com — Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kabupaten Sumenep menyoroti rendahnya penyerapan anggaran pada pos shopping modal dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2026. Hingga pertengahan September ini, tercatat tetap ada puluhan miliar rupiah anggaran nan belum terserap.

Berdasarkan info per 11 September 2026, pos shopping modal baru terealisasi sebesar Rp54,64 miliar alias sekitar 38,30 persen dari total pagu senilai Rp142,66 miliar. Dengan demikian, tetap terdapat sisa anggaran sekitar Rp88,02 miliar nan belum dibelanjakan.

Anggota Banggar DPRD Sumenep, Akhmadi Yazid, mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumenep untuk membuka secara transparan daftar aktivitas alias paket pekerjaan nan belum melangkah dari sisa anggaran tersebut. Menurutnya, shopping modal berangkaian erat dengan pembangunan prasarana dan penyediaan aset nan sangat dibutuhkan oleh masyarakat.

"Dengan demikian, tetap terdapat sekitar Rp88,02 miliar anggaran shopping modal nan belum terealisasi. Angka tersebut menjadi pertanyaan serius, mengingat shopping modal berangkaian langsung dengan pembangunan aset dan prasarana nan dibutuhkan masyarakat," ungkap Yazid pada Senin (14/9/2026).

Yazid mempertanyakan aspek penyebab lambannya realisasi anggaran tersebut, apakah lantaran hambatan perencanaan, proses pengadaan peralatan dan jasa, kesiapan kegiatan, alias halangan teknis lainnya di lapangan. Pihaknya menegaskan bahwa pemerintah wilayah tidak boleh hanya sekadar memberikan janji percepatan serapan anggaran tanpa didukung info dan sasaran nan konkret.

Selain itu, dia juga mengingatkan agar pemanfaatan sisa waktu tahun anggaran 2026 tidak dilakukan secara terburu-buru demi mengejar nomor penyerapan semata. Pihaknya mewanti-wanti agar kualitas pekerjaan bentuk tidak dikorbankan akibat pengerjaan nan dikebut menjelang akhir tahun.

Secara keseluruhan, hingga 11 September 2026, realisasi pendapatan wilayah Sumenep tercatat telah mencapai Rp1,69 triliun alias 74,21 persen dari sasaran Rp2,27 triliun. Sementara itu, total realisasi shopping wilayah baru menyentuh nomor Rp1,49 triliun dari pagu Rp2,50 triliun.

Terkait konfirmasi atas persoalan tersebut, pihak Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kabupaten Sumenep melalui Kepala Bidang Anggaran, Ferdiansyah, menyatakan bakal segera meneruskan pertanyaan kepada bagian teknis nan menangani realisasi belanja.

Sumber: portalmadura.com | Penulis: Aditya Apriyanto | Editor: Redaksi

Navigasi pos

Selengkapnya