Rp20,8 Miliar DBHCHT Sumenep Dialirkan ke Kesehatan

1 jam yang lalu 1

HUT RI ke-81

KABAR MADURA | Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, menegaskan komitmennya agar biaya bagi hasil cukai hasil tembakau (DBHCHT) betul-betul memberikan faedah luas bagi masyarakat. 

Tidak hanya disalurkan dalam corak support langsung tunai (BLT), biaya nan berasal dari sektor tembakau tersebut juga diarahkan untuk memperkuat pembangunan kesehatan dan memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan nan layak. 

Tahun 2026, Kabupaten Sumenep mendapatkan alokasi DBHCHT sekitar Rp33 miliar. Anggaran tersebut dimanfaatkan untuk beragam program strategis, termasuk mendukung pembangunan sarana dan prasarana kesehatan serta pembiayaan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. 

Fauzi menegaskan bahwa pemanfaatan DBHCHT dirancang agar manfaatnya tidak berakhir pada golongan tertentu, tetapi dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. 

“Jadi duit DBHCHT ini, selain untuk BLT, juga digunakan untuk pembangunan, terutama sarana dan prasarana kesehatan,” kata Fauzi. 

Salah satu corak nyata keberpihakan pemerintah wilayah tersebut diwujudkan melalui support terhadap program jasa kesehatan cuma-cuma bagi masyarakat Kabupaten Sumenep.

Melalui alokasi DBHCHT sebesar Rp20.894.620.676 kepada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB), pemerintah memastikan sektor kesehatan mendapatkan support anggaran nan memadai. 

Layanan kesehatan tersebut diberikan, imbuh Fauzi, dengan semangat kesetaraan. Masyarakat tidak perlu cemas bakal dibedakan berasas kondisi ekonomi maupun status sosial ketika memerlukan pelayanan kesehatan. 

“Selama mau berobat, semuanya gratis, tidak ada nan dibedakan,” tegasnya. 

Menurut Fauzi, kebijakan tersebut menjadi bukti bahwa DBHCHT tidak semata-mata dipandang sebagai anggaran nan kudu dibagikan kepada masyarakat melalui BLT. Lebih dari itu, biaya tersebut menjadi instrumen krusial untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik dan memperkuat kesejahteraan masyarakat.

“Jadi anggarannya juga dimanfaatkan untuk beragam program lainnya di beragam sektor,” tukasnya. 

Pemkab Sumenep, lanjut Fauzi, terus berupaya memastikan setiap rupiah DBHCHT memberikan akibat positif bagi masyarakat. Dengan demikian, kontribusi sektor tembakau tidak hanya dirasakan oleh petani dan pekerja industri hasil tembakau, tetapi juga masyarakat secara keseluruhan melalui peningkatan pelayanan publik. 

Di sisi lain, Fauzi menyebut besaran DBHCHT nan diterima wilayah sangat berangkaian dengan produktivitas tembakau dan perkembangan industri hasil tembakau di Kabupaten Sumenep. 

Karena itu, pemerintah wilayah terus mendorong terciptanya suasana upaya nan sehat dan kondusif. Upaya tersebut antara lain dilakukan melalui kemudahan perizinan bagi industri serta menjaga stabilitas nilai tembakau agar tetap memberikan untung nan layak bagi petani. 

“Semakin banyak petani menanam tembakau dan semakin berkembang industri rokok, semakin besar pula biaya nan dapat dialokasikan untuk pembangunan kesehatan maupun penguatan perekonomian masyarakat,” imbuh Fauzi. (ara/waw)

Selengkapnya