Puskesmas Teja Pamekasan Hadirkan Yankestrad, Akupresur hingga TOGA Jadi Pilihan Masyarakat

1 jam yang lalu 1

Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan dan Dokter Umum Puskesmas Teja Pamekasan Anis Yulianti Shafarini, S.KM., berbareng dr. Lisa Arttistika Pabidang saat sesi podcast di Klik Madura. (YUSRIL RAHMAN SYAKUR/KLIK MADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Puskesmas Teja Pamekasan terus mengembangkan penemuan pelayanan kesehatan bagi masyarakat. Salah satunya melalui pelayanan kesehatan tradisional alias Yankestrad nan memadukan jasa akupresur dengan aktivitas pemanfaatan tanaman obat family (TOGA).

Layanan tersebut menjadi bagian dari upaya Puskesmas Teja untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Desa Teja Timur dan sekitarnya. Program Yankestrad tersebut baru melangkah sekitar enam bulan.

Koordinator Pelayanan Promosi Kesehatan Puskesmas Teja Pamekasan Anis Yulianti Shafarini, S.KM., menjelaskan bahwa salah satu jasa nan diberikan adalah akupresur. Metode tersebut dilakukan melalui pemijatan pada titik-titik tertentu di permukaan tubuh.

Namun, penyelenggaraan akupresur tidak dapat dilakukan secara sembarangan. Layanan tersebut kudu ditangani tenaga nan mempunyai kompetensi dan telah mengikuti training serta mempunyai sertifikat.

“Pelayanannya tetap baru melangkah enam bulan, dan perihal itu kudu dilakukan oleh tenaga ahli nan sudah mempunyai sertifikat lantaran ada pelatihannya itu,” terangnya.

Anis menegaskan, pelayanan akupresur bukan pengganti obat maupun penanganan medis oleh dokter. Yankestrad di Puskesmas Teja tetap menjadi jasa pendukung nan melangkah beriringan dengan pelayanan kesehatan medis.

Dengan demikian, masyarakat nan mendapatkan jasa kesehatan tradisional tetap dapat memperoleh penanganan sesuai prosedur medis andaikan diperlukan.

Selain akupresur, Puskesmas Teja juga mengembangkan penemuan melalui aktivitas menanam tanaman obat family alias TOGA. Masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Teja didorong untuk menanam tanaman obat di lingkungan rumah masing-masing.

Menurut Anis, keberadaan tanaman obat family dapat dimanfaatkan untuk penanganan keluhan alias penyakit dengan skala ringan. Masyarakat dapat meracik obat herbal secara berdikari sebelum mendapatkan pelayanan kesehatan lebih lanjut.

“Jadi itu nan termasuk penyakit skala ringan, bisa meracik obat herbal terlebih dahulu. Kalau misalkan belum sembuh bisa dibawa ke Puskesmas Teja,” ujar Anis.

Sementara itu, Dokter Umum Puskesmas Teja Pamekasan dr. Lisa Arttistika Pabidang mengatakan, sejumlah penyakit nan cukup banyak ditemukan di masyarakat wilayah kerja Puskesmas Teja antara lain hipertensi dan penyakit nan berangkaian dengan kadar gula darah.

Selain itu, terdapat pula kasus osteoarthritis alias OA. Penyakit tersebut merupakan gangguan pada persendian nan dapat menimbulkan indikasi seperti nyeri hingga pembengkakan pada sendi.

Menurut dr. Lisa, sekitar 83 persen kasus OA terjadi pada bagian lutut. Kondisi tersebut juga lebih banyak dialami perempuan.

“Mayoritas penderita OA tersebut ialah wanita menurut penelitian 12,7 persen dan 5 persen laki-laki,” jelasnya.

Meski mengalami gangguan pada persendian, penderita OA tetap memerlukan aktivitas fisik. Menurut dr. Lisa, olahraga tetap diperlukan untuk menjaga tubuh dan persendian agar tidak kaku.

Namun, aktivitas bentuk nan dilakukan kudu disesuaikan dengan kondisi dan keahlian masing-masing penderita.

“Iya kudu diimbangi dengan olahraga. Biar tidak kaku, lantaran jika makanan itu tidak ada pantangan, jadi kudu olahraga,” pungkasnya. (enk/nda)

Selengkapnya