portalmadura.com – Peristiwa nahas menimpa puluhan penduduk di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep. Sebanyak puluhan unit sepeda motor milik masyarakat gosong terbakar saat terparkir di area perbukitan Desa Tembayangan, Kecamatan Kangayan, Kepulauan Kangean, pada Kamis (20/8/2026).
Kawasan perbukitan tersebut selama ini dimanfaatkan penduduk sebagai letak parkir darurat bersama. Pasalnya, letak geografis permukiman berada di wilayah dataran tinggi dengan prasarana jalan nan sangat minim dan belum memadai untuk dilintasi kendaraan roda dua.
Salah seorang penduduk setempat, Nur Aida, mengungkapkan bahwa penduduk terpaksa memarkirkan kendaraannya di area perbukitan tersebut agar dapat berjalan menuju pusat kecamatan, berbelanja, alias bekerja tanpa kudu menggotong kendaraan menembus medan nan sulit.
“Kalau mau dibawa pulang ke rumah tidak bisa, motor kudu digotong lantaran ketiadaan akses jalan. Jadi bagi nan rutin beraktivitas ke kota alias pusat kecamatan, kendaraan lebih praktis ditinggal di parkiran bukit itu,” kata Nur Aida saat menjelaskan keterbatasan mobilitas warga.
Soroti Minimnya Akses dan Rusaknya Jalan Utama
Hal senada disampaikan penduduk lainnya, Rahman. Ia menyebut bahwa sebagian besar motor nan menjadi korban amukan si jago merah merupakan milik penduduk Desa Tembayangan dan Desa Cangkramaan. Kedua penduduk desa tersebut mengandalkan titik parkir di atas bukit sebagai tempat transit lantaran akses jalan utama rusak parah dan bertahun-tahun belum mendapat perbaikan.
“Mayoritas motor nan gosong terbakar adalah milik penduduk Tembayangan dan Cangkramaan. Warga terbiasa memarkir motor di puncak bukit lampau melanjutkan perjalanan dengan melangkah kaki menembus jalan pintas,” papar Rahman.
Penyebab Kebakaran dan Ketiadaan Fasilitas Damkar
Hingga saat ini, penyebab pasti kebakaran tetap belum teridentifikasi secara jelas. Mengingat cuaca kering di tengah musim kemarau, muncul dugaan sementara api tersulut dari puntung rokok nan dibuang sembarangan di sekitar semak dan lahan kering.
Lokasi parkir nan terisolasi dan berada di atas bukit tanpa penunggu membikin kobaran api sigap membesar sebelum disadari penduduk sekitar. Akibatnya, nyaris seluruh sepeda motor tidak sukses diselamatkan dari kobaran api.
Aktivis kepemudaan nan juga mantan Presiden Mahasiswa Universitas Wiraraja itu berambisi pihak berkuasa segera turun tangan melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan apakah terdapat unsur kelalaian alias kesengajaan di kembali kejadian nan merugikan banyak penduduk ini.
“Peristiwa ini menyoroti minimnya sarana prasarana publik di wilayah kepulauan, terlebih belum tersedianya armada pemadam kebakaran maupun akomodasi mitigasi musibah di area tersebut,” pungkasnya.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·