portalmadura.com – Harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) mencatatkan tren penguatan signifikan pada perdagangan hari ini, Jumat, 21 Agustus 2026. Kenaikan ini didorong oleh menguatnya nilai minyak nabati substitusi di pasar internasional serta ekspektasi pengetatan pasokan global.
Di pasar berjangka internasional, perjanjian referensi CPO di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) bergerak menguat dan mempertahankan reli positif di kisaran RM4.960 per ton. Penguatan di bursa dunia ini memberikan akibat langsung terhadap sentimen pasar komoditas di dalam negeri.
Faktor Pendorong Penguatan Harga CPO
Kenaikan nilai CPO pada penghujung pekan ini dipengaruhi oleh sejumlah aspek esensial utama:
- Kenaikan Minyak Nabati Lain: Lonjakan nilai minyak kedelai (soyoil) di bursa Dalian dan Chicago Board of Trade (CBOT) mendorong peralihan permintaan industri ke minyak sawit.
- Fluktuasi Harga Minyak Mentah: Kenaikan nilai minyak mentah bumi memperkuat daya tarik komoditas berbasis nabati sebagai bahan baku biofuel.
- Dukungan Program Biodiesel: Kebijakan peningkatan bauran biodiesel di area domestik terus menyerap pasokan sawit lokal dalam jumlah besar.
Dinamika Pasar Domestik dan Tender KPBN
Pada pasar lelang bentuk domestik nan dikelola PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN), nilai penawaran CPO bergerak stabil dengan kecenderungan menguat di kisaran Rp15.700 hingga Rp15.800 per kilogram (belum termasuk PPN) untuk pelabuhan utama seperti Dumai dan Belawan.
Para pelaku industri kelapa sawit dan petani terus mencermati pergerakan nilai tandan buah segar (TBS) di tingkat pabrik kelapa sawit (PKS) nan diperkirakan ikut terkerek naik seiring tren positif nilai CPO dunia.
Pelaku pasar diimbau untuk terus mengantisipasi volatilitas pasar komoditas menjelang akhir bulan, terutama mengenai rilis info ekspor bulanan serta perubahan izin tarif pungutan ekspor.

1 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·