KABAR MADURA | Proyek ekspansi area Tugu Keris di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, Sumenep, senilai Rp3,38 miliar tetap tertahan pada tahap pengajuan lelang.
Rencananya, proyek nan dibiayai melalui Perubahan Anggaran Keuangan (PAK) APBD Sumenep 2026 itu disiapkan untuk memperluas area wisata sekaligus mendukung promosi produk unggulan daerah.
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Sumenep mengalokasikan anggaran sebesar Rp3.389.755.889 untuk pengembangan area tersebut. Pekerjaan bentuk menjadi komponen terbesar, ialah Rp3.167.276.204, sedangkan sisanya dialokasikan untuk pengawasan teknis sebesar Rp99.768.283 dan perencanaan teknis Rp122.671.102.
Kepala Bidang (Kabid) Penataan Bangunan dan Gedung Dinas PUTR Sumenep, Indra Aprianto, mengatakan perencanaan proyek telah rampung. Namun, proses pengadaan tetap bersambung pada tahap pengajuan lelang melalui jasa pengadaan secara elektronik (LPSE).
”Perencanaannya sudah selesai. Sekarang proses pengajuan lelang ke LPSE,” katanya.
Proyek tersebut mencakup ekspansi area sekitar satu hektare ke sisi barat Tugu Keris. Pekerjaan utamanya berupa pengurugan lahan dan pemasangan paving.
Indra menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk pekerjaan bentuk dipengaruhi kondisi lahan nan mempunyai perbedaan ketinggian alias elevasi. Pengurugan diperlukan dengan ketebalan bervariasi, mulai satu meter, 1,5 meter, hingga mencapai dua meter di sejumlah titik.
”Pekerjaan itu bakal memperluas lahan Tugu Keris ke arah barat untuk pengurugan dan pemasangan paving,” ujarnya.
Perluasan area Tugu Keris tidak hanya diarahkan untuk mempercantik area sekitar monumen. Pemkab Sumenep juga memproyeksikannya sebagai lokasi wisata sekaligus tempat singgah alias rest area bagi masyarakat dan visitor dari luar daerah.
Kawasan tersebut direncanakan menjadi ruang promosi beragam produk unggulan lokal, mulai dari produk upaya mikro, kecil, dan menengah (UMKM), kerajinan tangan, keris, hingga batik unik Sumenep.
Konsep itu diharapkan bisa menghubungkan sektor pariwisata dengan aktivitas ekonomi masyarakat. Dengan demikian, keberadaan Tugu Keris tidak hanya menjadi penanda identitas daerah, tetapi juga berpotensi membuka ruang pemasaran bagi pelaku upaya lokal.
Indra menyebutkan, akomodasi pendukung seperti food court dan pusat info wisata turut direncanakan. Namun, pembangunan akomodasi tersebut belum masuk dalam pekerjaan tahun ini dan bakal dikembangkan secara berjenjang pada tahun berikutnya.
”Tamu alias visitor kelak bisa menikmati produk UMKM, kebudayaan, dan kerajinan tangan, seperti keris dan batik nan bakal dipajang di sana,” tandasnya. (ara/waw)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·