Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding

1 jam yang lalu 1

Pernikahan Dini Jadi Sorotan, KKN UA dan PIK-R ‘Sentil’ 90 Santri di PP Hidayatul Ulum Ganding

LIMADETIK.COM, SUMENEP — Pernikahan di usia muda kembali menjadi perhatian. Puluhan santri Pondok Pesantren Putri Hidayatul Ulum (Sabilul Huda), Gadu Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, mendapat peringatan keras agar tidak gegabah memasuki jenjang pernikahan sebelum betul-betul siap secara bentuk dan mental.

Pesan tersebut disampaikan dalam sosialisasi kesehatan remaja nan digelar Posko 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) bekerja-sama dengan PIK-R Ganding, Sabtu (12/9/2026).

Sekitar 90 siswa dan siswi mengikuti aktivitas tersebut. Bukan sekadar memberikan pengetahuan tentang kesehatan remaja, forum itu juga menjadi ruang untuk membongkar persoalan nan kerap menghantui usia remaja, salah satunya keputusan menikah terlalu dini.

Ketua PIK-R, Aliya Zahra, secara tegas mengingatkan para peserta agar tidak terburu-buru menikah ketika kondisi tubuh belum siap menghadapi kehidupan berumah tangga.

“Saya sarankan kepada siswa dan siswi ini, jangan menikah di usia awal lantaran tubuh kalian belum siap,” ujar Aliya Zahra.

Menurutnya, keputusan menikah bukan perkara sederhana. Ada kesiapan bentuk nan kudu diperhitungkan sebelum seseorang mengambil keputusan besar untuk membangun keluarga.

Peringatan serupa disampaikan Mamang, Duta Genre Juara 2. Ia menegaskan bahwa kesiapan menikah tidak cukup hanya diukur dari usia alias keinginan, tetapi juga kudu ditopang kesiapan mental dan keahlian menjalani tanggung jawab rumah tangga.

“Selain tubuh tidak siap, mental kita, tenaga kita juga belum siap. Usia matang untuk menikah, nan laki-laki ini umur 25, nan wanita 22,” katanya.

Pesan tersebut menjadi salah satu poin krusial dalam sosialisasi kesehatan remaja. Para peserta diajak memahami bahwa masa remaja semestinya menjadi fase untuk mempersiapkan pendidikan, kesehatan, mental, serta masa depan, bukan terburu-buru mengambil keputusan nan konsekuensinya panjang.

Kegiatan KKN UA dan PIK-R Ganding itu sekaligus menjadi upaya membangun kesadaran generasi muda agar lebih bisa mengenali kondisi dirinya dan mengambil keputusan secara bijak.

Ketua Posko 11 KKN UA berambisi edukasi tersebut tidak berakhir sebagai aktivitas seremonial, tetapi betul-betul membekas dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari para santri.

“Semoga dengan adanya sosialisasi ini, siswa dan siswi PP Hidayatul Ulum (Sabilul Huda) semakin sadar bakal kesehatan dirinya sendiri,” ungkapnya.

Sosialisasi berjalan interaktif. Para siswa dan siswi tampak antusias mengikuti materi serta berbincang mengenai beragam persoalan nan berangkaian dengan kesehatan dan kehidupan remaja.

Bagi KKN UA dan PIK-R Ganding, edukasi semacam ini menjadi krusial lantaran keputusan nan diambil pada masa remaja dapat menentukan kualitas kehidupan mereka di masa mendatang.

Pesannya sederhana: jangan biarkan tekanan sosial alias keputusan sesaat membikin remaja kehilangan kesempatan mempersiapkan masa depan.

Penulis : Wahyu

Editor : Wandi

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya