Pamekasan, (Media Madura) – Pengusaha minyak dan gas (migas) asal Desa Lemper, Kabupaten Pamekasan, Madura, H. Rudi, menargetkan puluhan titik pengeboran di beragam wilayah Indonesia selama periode 2026–2027.
Langkah tersebut dilakukan sebagai corak kontribusi dalam mendukung ketahanan daya dan mewujudkan swasembada daya nasional.
Salah satu proyek pengeboran nan sekarang mulai memasuki tahap penyelenggaraan berada di Balikpapan, Kalimantan Timur. Pengusaha nan berkawan disapa Bos HR itu apalagi turun langsung ke letak untuk memastikan proses pengeboran melangkah lancar, aman, dan sesuai rencana.
“Jika ditotal, ada puluhan titik pengeboran nan siap kami kerjakan sepanjang 2026 sampai 2027,” ujar H. Rudi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon.
Ia menjelaskan, proyek eksplorasi tersebut tersebar di 13 area wilayah nan mempunyai potensi migas di Indonesia. Meski belum membeberkan seluruh letak secara terperinci, dia memastikan perusahaannya berkomitmen ikut mendukung kebutuhan daya nasional.
“Prinsip kami adalah memberikan kontribusi nyata bagi swasembada daya nasional. Kami memohon angan dan support dari seluruh masyarakat Indonesia agar seluruh proses ini diberi kemudahan dan kelancaran,” ungkap Direktur PT Oil Erlindo Contraction tersebut.
Bos HR juga berambisi masyarakat setempat dapat ikut mendukung aktivitas pengeboran di wilayah masing-masing. Menurutnya, support masyarakat menjadi salah satu aspek krusial agar proyek melangkah dengan baik.
Ia optimistis, peningkatan produksi migas dalam negeri dapat memperkuat kemandirian daya sekaligus memberikan akibat positif bagi perekonomian dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami optimistis swasembada daya bakal mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dengan daya nan mandiri, cita-cita menuju Indonesia Emas 2045 bakal semakin mudah diwujudkan,” pungkasnya. (*/Znl)

25 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·