Kepala Disdikbud Pamekasan Basri Yulianto saat ditemui di ruang kerjanya. (LAILIYATUN NURIYAH/KLIK MADURA).
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Polemik pernyataan Ketua Yayasan Al-Uswah Pamekasan, Utsman Sayyaf, nan menyebut wartawan Klik Madura dengan istilah “bodrex” mulai mendapat perhatian serius Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan berencana menerjunkan tim unik untuk mendalami persoalan nan menyeret nama lembaga pendidikan tersebut.
Kepala Disdikbud Pamekasan, Basri Yulianto, mengungkapkan bahwa pihaknya telah membaca pemberitaan mengenai polemik tersebut, termasuk percakapan antara Utsman Sayyaf dengan wartawan Klik Madura.
Sebagai tindak lanjut, Disdikbud bakal melakukan penelusuran langsung ke Al-Uswah guna mengetahui latar belakang persoalan sekaligus mencari titik terang atas persoalan tersebut.
“Nanti kami turunkan tim. Kita dalami latar belakangnya,” terangnya.
Basri menegaskan, penyelesaian persoalan tersebut kudu dilakukan secara ahli dan transparan dengan mempertimbangkan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Dia juga memastikan proses penanganan bakal dilakukan secara berjenjang agar persoalan tersebut dapat diungkap secara objektif tanpa merugikan salah satu pihak.
“Pasti kami selesaikan, tapi berjenjang dulu. Ini kami bakal segera turlap ke Al-Uswah,” tegasnya.
Sementara itu, Klik Madura telah berupaya menghubungi Utsman Sayyaf untuk memberikan ruang kewenangan jawab sekaligus meminta penjelasan atas pernyataannya nan menjadi sorotan.
Namun, hingga buletin ini ditulis, Utsman belum bersedia memberikan tanggapan maupun konfirmasi mengenai polemik tersebut.
Perlu diketahui, polemik ini bermulai ketika wartawan Klik Madura menghubungi Utsman Sayyaf untuk meminta konfirmasi mengenai pemberitaan dugaan pemecatan dua tenaga kerja di SDIT Al-Uswah Pamekasan.
Namun, alih-alih memberikan penjelasan atas pertanyaan tersebut, Utsman justru menuliskan sejumlah kalimat nan dinilai merendahkan pekerjaan jurnalis, termasuk penggunaan istilah “bodrex”.
Langkah Disdikbud Pamekasan menerjunkan tim unik sekarang menjadi perhatian dalam upaya mengurai persoalan nan berkembang di lingkungan pendidikan tersebut.
Publik pun menantikan hasil penelusuran Disdikbud agar polemik tersebut dapat diselesaikan secara transparan dengan tetap menghormati profesionalitas dan kebebasan pers. (enk/nda)

19 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·