Pemkab Sampang Usulkan Lima Lokasi Kampung Nelayan

6 jam yang lalu 1

SAMPANG, koranmadura.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang, Madura, Jawa Timur, melalui Dinas Perikanan setempat mengusulkan lima letak di wilayah pesisir untuk mendapatkan program Kampung Nelayan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Plt. Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Sampang, Fajar Sidiq, menjelaskan program tersebut diarahkan untuk mengintegrasikan beragam akomodasi nan menunjang aktivitas dan perekonomian, khususnya masyarakat nelayan.

Saat ini, pihaknya telah mengusulkan lima letak di Kabupaten Sampang untuk dibangun menjadi Kampung Nelayan. Dari lima usulan tersebut, baru satu letak nan telah menunjukkan progres pelaksanaan. Sementara satu letak lainnya tetap dalam tahap kontrak, sedangkan tiga usulan lainnya belum mendapatkan info lanjutan dari kementerian.

Untuk nilai pagu anggaran pembangunan, Fajar menyatakan besarannya tidak sama di setiap lokasi.

“Kami mengusulkan di lima letak untuk Kampung Nelayan. Sedangkan nilai anggarannya bakal ditentukan berasas hasil survei kelayakan, kesiapan lahan, kebutuhan masyarakat, serta kondisi masing-masing desa nan diusulkan,” ujarnya, Senin, 21 September 2026.

Fajar Sidiq menyampaikan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam program tersebut mensyaratkan kesiapan lahan minimal sekitar satu hektare. Namun, akomodasi nan nantinya dibangun tetap menyesuaikan hasil pengecekan lapangan alias survei dan identifikasi Calon Penerima dan Calon Lokasi (CPCL) nan dilakukan tim kementerian.

“Program Kampung Nelayan tidak kudu berada tepat di bibir pantai. Namun, letak nan dipilih diharapkan mudah diakses nelayan sehingga beragam aktivitas mereka dapat dilakukan secara lebih efektif dalam satu kawasan,” ujarnya.

Selain itu, Fajar menyebut sejumlah akomodasi nan dapat diintegrasikan dalam program tersebut, antara lain penyimpanan dingin (cold storage), gudang, tempat perbengkelan, hingga balai nelayan.

Dengan konsep tersebut, beragam kebutuhan nelayan diharapkan dapat terpusat dalam satu lokasi.

“Intinya itu semua untuk memudahkan aktivitas dan kebutuhan nelayan, semuanya itu diintegrasikan di satu titik,” jelasnya.

Lima usulan desa pesisir tersebut tersebar di sejumlah wilayah, di antaranya Desa Dharma Camplong, Kecamatan Camplong, Pulau Mandangin, Kecamatan Sampang, serta wilayah pesisir Kecamatan Sokobanah dan Sereseh, Kecamatan Banyuates.

Penetapan letak akhir tetap menunggu hasil survei dan penilaian dari tim KKP.

“Satu nan on progress itu di Desa Dharma Camplong,” pungkasnya. (MUHLIS/DIK)

Selengkapnya