(KM/AINOR ROFIK) KUSPRIYANTO SUPARMAN: Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan.KABAR MADURA | Persoalan pengelolaan sampah di Kabupaten Bangkalan tetap dihadapkan pada keterbatasan anggaran. Dukungan anggaran pada 2026 dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan pengelolaan sampah, terutama dari sisi sarana dan prasarana.
Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah (PSL) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan, Kuspriyanto Suparman, mengatakan, kebutuhan tambahan anggaran itu telah dibahas untuk tahun anggaran 2027.
Pemkab Bangkalan apalagi disebut telah merespons kebutuhan tersebut dengan menyiapkan tambahan pagu sebesar Rp7 miliar. Anggaran tambahan itu bakal diarahkan untuk shopping modal, salah satunya peremajaan armada pengangkut sampah nan kondisinya mulai menua.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bupati Bangkalan. Beliau merespons mengenai anggaran di DLH dalam pengolahan sampah nan memang sangat minim. Beliau langsung menganggarkan penambahan pagu sebesar Rp7 miliar,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Menurutnya, tambahan anggaran itu menjadi krusial lantaran sebagian armada nan digunakan dalam pelayanan persampahan sudah berumur tua. Kondisi tersebut dinilai dapat memengaruhi efektivitas pelayanan pengangkutan sampah di lapangan.
Tambahan Rp7 miliar tersebut tidak diperuntukkan bagi shopping operasional, melainkan sepenuhnya untuk shopping modal.
“Rp7 miliar itu murni shopping modal semua. Tahun 2027 shopping modalnya untuk pembangunan, termasuk peremajaan armada-armada,” jelasnya.
Kuspriyanto menyebut, tambahan Rp7 miliar itu merupakan tambahan dari pagu awal DLH untuk 2027 nan nilainya belum mencapai Rp4 miliar. Dengan tambahan tersebut, total anggaran DLH nan direncanakan pada 2027 menjadi sekitar Rp11 miliar.
Sementara itu, ketika dibandingkan dengan anggaran tahun berjalan, kata Kuspriyanto, besaran shopping modal 2026 tidak dapat dibandingkan secara langsung. Sebab, terdapat kebutuhan besar untuk pengadaan lahan pada tahun tersebut.
Berbeda dengan 2027, tambahan anggaran nan disiapkan lebih diarahkan untuk pembangunan dan pembenahan sarana pengelolaan sampah, termasuk peremajaan armada pengangkut.
“Kalau dibandingin tahun sekarang ini sebenarnya mini untuk mengenai shopping modalnya, lantaran nan besar itu kan pengadaan lahan,” pungkasnya. (fik/zul)

1 jam yang lalu
1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·