Pemkab Pamekasan Siapkan Lahan dan Dokumen Usulan KEK Madura

3 jam yang lalu 1

Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman berbareng Ketua KAMURA dan sejumlah pejabat Pamekasan

Pemkab Pamekasan Siapkan Lahan dan Dokumen Usulan KEK Madura

LIMADETIK.COM, PAMEKASAN — Upaya mewujudkan Madura sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau memasuki babak penting. Pemerintah Kabupaten Pamekasan menyatakan kesiapan ikut mengawal pengusulan area tersebut, termasuk menyiapkan lahan nan menjadi salah satu persyaratan utama.

Komitmen itu ditegaskan Bupati Pamekasan KH Kholilurrahman saat menerima audiensi Karsana Muda Madura (KAMURA) di Rumah Dinas Bupati, kompleks Pendopo Ronggosukowati, Rabu (16/9/2026).

Audiensi tersebut merupakan bagian dari agenda KAMURA menyambangi empat pemerintah kabupaten di Madura untuk mematangkan arsip usulan KEK Tembakau Madura.

Bupati Kholilurrahman menilai komunikasi dan kebersamaan antarpihak menjadi modal krusial agar rencana besar tersebut tidak berakhir sebatas wacana.

“Silaturahmi telah menumbuhkan semangat baru,” ujar Kholilurrahman.

Ia menegaskan, Pemkab Pamekasan sejak awal mendukung pendapat menjadikan Madura sebagai area ekonomi berbasis tembakau. Pemerintah daerah, kata dia, siap terlibat dalam proses pengawalan hingga tahapan selanjutnya.

“Kami ikut mengawal agar ini sukses. Berdirinya KEK di Madura adalah visi dan kemauan kita bersama,” tegasnya.

Dari Pemasok Bahan Baku Menuju Pusat Industri

Bagi Kholilurrahman, keberadaan KEK bukan sekadar soal status kawasan. Lebih jauh, area tersebut diharapkan bisa mengubah posisi Madura dalam industri tembakau nasional.

Selama ini Madura dikenal sebagai salah satu wilayah penghasil tembakau. Melalui KEK, komoditas tersebut diharapkan tidak berakhir sebagai bahan baku, tetapi berkembang menjadi industri berbobot tambah nan berpusat di Madura.

“Pertama, Madura sentra tembakau di tingkat nasional. Arahnya kelak seperti itu. Madura jadi pusat industri tembakau nasional,” katanya.

Ia pun menyampaikan optimisme terhadap langkah berbareng empat kabupaten di Madura.

“Saya sangat antusias sekali. Ini menjadi angan bagi kita sekalian. Kebersamaan ini membuahkan hasil,” ucapnya.

Salah satu persoalan krusial nan sekarang kudu dipastikan adalah kesiapan lahan. Kholilurrahman menyatakan Pemkab Pamekasan bakal menyiapkan lahan untuk mendukung pengusulan area tersebut.

“Lahan. Di lingkungan Pamekasan, lahan bakal disiapkan,” ujarnya.

Empat Kabupaten, Satu Kawasan

Ketua KAMURA Subairi Muzakki mengapresiasi respons Pemkab Pamekasan. Menurutnya, konsep nan sedang didorong bukan menjadikan satu kabupaten sebagai satu-satunya pusat KEK, melainkan membangun satu area Madura dengan empat klaster nan tersebar di Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Konsep tersebut diharapkan membikin faedah ekonomi KEK dapat dirasakan lintas wilayah dan tidak terkonsentrasi pada satu daerah.

“Komitmen lahan dari setiap kabupaten adalah kunci. Tanpa itu, arsip usulan tidak bisa naik ke tahap berikutnya,” kata Subairi.

Karena itu, rangkaian audiensi KAMURA ke empat kabupaten diarahkan untuk mengunci komitmen pemerintah daerah, terutama mengenai kesiapan lahan dan arsip pendukung.

Komitmen Mulai Terlihat

Langkah KAMURA di Pamekasan melanjutkan koordinasi sebelumnya dengan pemerintah wilayah lain di Madura.

Sehari sebelumnya, Selasa (15/9/2026), rombongan KAMURA diterima Wakil Bupati Bangkalan Fauzan Ja’far. Dalam pertemuan tersebut, Fauzan mengingatkan pentingnya menghindari ego sektoral antar empat kabupaten.

Ia juga mendorong agar pengembangan tembakau tidak berakhir pada produksi bahan baku, tetapi diarahkan hingga sektor industri.

Pada hari nan sama dengan audiensi di Pamekasan, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo juga menyatakan kesiapan menyediakan lahan seluas 30 hektare di Patean sebagai bagian dari kesiapan wilayah mendukung pengusulan KEK Tembakau Madura.

Sementara itu, usulan KEK Tembakau Madura telah memasuki tahapan lanjutan. Sebelumnya, para bupati se-Madura menandatangani surat berbareng nan meminta Gubernur Jawa Timur mengusulkan Madura sebagai KEK kepada pemerintah pusat.

Koordinasi tingkat provinsi berbareng sejumlah organisasi perangkat wilayah Pemprov Jawa Timur juga telah digelar pada 6 Agustus 2026.

Setelah seluruh rangkaian audiensi di empat kabupaten selesai, KAMURA bakal menghimpun komitmen lahan serta arsip pendukung dari masing-masing pemerintah daerah.

Dokumen tersebut selanjutnya bakal menjadi bahan untuk melanjutkan proses pengusulan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Jika seluruh tahapan melangkah sesuai rencana, pendapat KEK Tembakau Madura tidak lagi sekadar menjadi agenda bersama, tetapi mulai ditopang oleh komitmen konkret dari pemerintah wilayah di empat kabupaten.

Penulis : Arif

Editor : Wahyu

Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

Selengkapnya