KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan belum menemukan lahan nan dinilai cocok untuk mendukung rencana pembentukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tembakau Madura. Padahal, kesiapan lahan menjadi salah satu bagian nan kudu dipersiapkan untuk melanjutkan proses pengusulan area tersebut.
Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan, Sri Puji Harijani, mengatakan pencarian letak tetap dilakukan. Lahan nan nantinya dipilih juga tidak serta-merta dapat ditetapkan sebagai bagian dari KEK lantaran kudu melalui sejumlah kajian.
“Dari sisi lahan kita tetap mencari lahan nan pas, dan sampai saat ini kita belum menemukan lahan nan pas,” ujarnya.
Menurut Puji, penentuan letak kudu mempertimbangkan potensi dan kepantasan lahan. Selain itu, letak nan dipilih kudu sesuai dengan tata ruang wilayah.
“Harus ada kajian dari akademisi untuk memastikan, lampau kajian potensi akademis apakah lahan nan kami pilih,” katanya.
Sebelumnya, empat pemerintah kabupaten di Madura telah menyatakan support terhadap rencana pembentukan KEK Tembakau Madura. Para kepala wilayah juga telah menandatangani support bersama, sedangkan proses berikutnya memerlukan pengumpulan info dan arsip pendukung. Dukungan berbareng tersebut juga telah diberitakan dalam rangkaian persiapan pengusulan KEK sepanjang 2026. Kabar Madura
“Untuk rencana pembentukan KEK, dari kabupaten sendiri sudah ditandatangani berbareng dan didukung oleh bupati se-Madura. Kami kudu menindaklanjuti dengan pengumpulan data,” jelas Puji.
Dia menegaskan, ditemukannya lahan nan sesuai nantinya juga belum berfaedah KEK Tembakau Madura langsung terbentuk. Lokasi tersebut tetap kudu melewati kajian untuk memastikan kepantasan dan kesesuaiannya.
“Begitu lahan ketemu itu bukan langsung corak KEK. Harus melewati tahapan kajian potensi dulu, apakah layak alias tidak, lampau cek cocok alias tidak dengan tata ruang wilayah,” jelasnya.
Setelah persyaratan di tingkat wilayah terpenuhi, menurut Puji, proses pengusulan tetap kudu dilanjutkan melalui Pemerintah Provinsi Jawa Timur hingga Dewan Nasional KEK.
“Masih diusulkan ke provinsi dan lampau tetap diusulkan ke Dewan Nasional, baru jadi KEK,” ungkapnya.
Pemkab Pamekasan berambisi pembentukan KEK nantinya dapat mendorong pengembangan industri hilir tembakau sehingga komoditas nan dihasilkan petani tidak berakhir pada penyediaan bahan baku.
“Justru bagus bagi para petani lantaran semua bahan untuk rokok bisa berfaedah lantaran ada industri hilir,” ujarnya.
Namun, Pemkab Pamekasan sejauh ini belum mempunyai penghitungan unik mengenai potensi nilai investasi, penyerapan tenaga kerja, maupun tambahan pendapatan wilayah andaikan KEK Tembakau Madura terealisasi.
Ketika ditanya mengenai proyeksi tersebut, Puji menjawab, “Belum ada.” (Arjul Wafiqoh/waw)

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·