Mulai Januari 2027, Sekolah di Pamekasan Ditargetkan Terapkan Satu Hari Berbahasa Madura

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan menyiapkan penerapan program Satu Hari Berbahasa Madura (Sabara) di lingkungan sekolah mulai Januari 2027. Program tersebut dirancang untuk membiasakan generasi muda menggunakan bahasa wilayah nan dinilai semakin jarang digunakan dalam komunikasi sehari-hari.

Rencana tersebut menjadi tindak lanjut Peraturan Bupati (Perbup) Pamekasan Nomor 31 Tahun 2026 tentang Muatan Lokal Bahasa Madura.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto, mengatakan bahwa pihaknya tengah menyiapkan surat info sebagai dasar tindak lanjut penerapan program tersebut di lingkungan satuan pendidikan.

“Pasca ditetapkannya Perbup Nomor 31, Tahun 2026 tentang muatan lokal Bahasa Madura, kami tinggal menindaklanjuti dengan surat edaran. Jadi kelak kami punya penemuan namanya Sabara, satu hari berkata Madura,” jelasnya.

Menurut Basri, program Sabara diharapkan dapat mendorong penggunaan bahasa Madura secara lebih aktif di lingkungan pendidikan.

Melalui pembiasaan berkomunikasi menggunakan bahasa daerah, peserta didik diharapkan tidak hanya mengenal bahasa Madura sebagai mata pelajaran, tetapi juga menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

Meski demikian, penerapan program tersebut tetap menunggu publikasi surat edaran. Jika seluruh persiapan melangkah sesuai rencana, Sabara ditargetkan mulai diterapkan pada awal Januari 2027.

Sementara itu, Bupati Pamekasan Kholilurrahman mengungkapkan kekhawatirannya terhadap semakin berkurangnya penggunaan bahasa Madura di kalangan generasi muda. Menurutnya, perkembangan era tidak boleh membikin masyarakat kehilangan identitas budaya, termasuk bahasa wilayah nan diwariskan secara turun-temurun.

“Kita mempunyai satu kekuatan nan kudu terus dijaga, ialah identitas. Bangsa Madura tidak boleh hilang, saya minta satu hari dalam satu minggu kita berkata Madura, lantaran anak-anak kita sudah banyak melupakan bahasa Madura,” ungkapnya Kholilurrahman dalam aktivitas Malam Gemilang Madura bertema Simfoni Budaya Pamekasan, Senin (2/11/2026).

Penggunaan bahasa Madura dinilai perlu terus dibiasakan agar generasi muda tidak semakin jauh dari akar budayanya. Dia juga mengingatkan bahwa kemajuan wilayah kudu melangkah beriringan dengan upaya menjaga nilai-nilai budaya dan tradisi masyarakat. Karena itu, bumi pendidikan diharapkan mengambil peran dalam menanamkan kecintaan terhadap bahasa wilayah sejak dini.

Selain melalui pembelajaran, pembiasaan menggunakan bahasa Madura di sekolah diharapkan dapat membantu peserta didik mengenal dan mempertahankan identitas budayanya. Ditegaskan pula bahwa masyarakat Madura kudu tetap mempertahankan jati dirinya sebagai bagian dari bangsa Indonesia, termasuk dengan tidak merasa malu menggunakan bahasa daerah. (ina/waw)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0