KABAR MADURA | Kepergian Mimit Tirmidzi pada Kamis malam (10/9/2026) meninggalkan duka mendalam bagi family besar suporter Madura United. Sosok suporter senior itu bukan hanya dikenal lantaran loyalitasnya dalam mendukung tim kebanggaan masyarakat Pulau Garam, tetapi juga lantaran perannya dalam membangun dan mempersatukan organisasi suporter Madura.
Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, turut menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Mimit Tirmidzi. Dia mengenang Mimit sebagai sosok nan mempunyai makna krusial dalam perjalanan suporter Madura.
“Selamat jalan, Mimit K-Conk. Terima kasih untuk segala kebaikan, tawa, dan kenangan nan pernah diberikan. Namamu mungkin telah pergi dari pandangan, tetapi kenangan tentangmu bakal selalu tinggal di hati,” ujarnya, Jumat (11/9/2026).
Duka mendalam juga dirasakan oleh sesama rekan suporter, Dedy. Bagi dia, almarhum nan berkawan disapa Bang Mimit itu merupakan sosok nan susah tergantikan. Menurutnya, Mimit mempunyai totalitas dan keikhlasan luar biasa dalam mendukung sepak bola Madura, sekaligus berkedudukan krusial dalam mempersatukan suporter.
“Almarhum bagi saya pribadi tidak tergantikan. Beliau adalah sosok panutan bagi kamu. Totalitas dan keikhlasannya mendukung Madura sangat luar biasa,” ungkapnya.
Dedikasinya terhadap sepak bola Madura, lanjut Dedy, telah berjalan sejak era Persepam. Konsistensinya mendampingi tim hingga saat ini membikin sosok Mimit begitu lekat dengan perjalanan Madura United.
Bahkan hingga akhir hayatnya, Mimit tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap perjuangan Laskar Sape Kerrab. Dedy menyebut, almarhum sempat berangkat ke Bali pada 3 September untuk mewakili suporter Madura.
“Bahkan kemarin beliau tetap sempat voice note di grup suporter, menanyakan siapa nan mau berangkat away ke Sleman,” imbuhnya.
Bagi Dedy, susah untuk menceritakan seluruh perjalanan Mimit dalam mendukung Madura United. Terlalu banyak kenangan nan melekat, terutama tentang gimana almarhum turut berupaya menyatukan suporter dari beragam elemen.
Menurutnya, kepergian Mimit bukan sekadar kehilangan bagi satu golongan suporter. Bagi banyak pendukung Madura United, dia meninggalkan jejak panjang tentang loyalitas, konsistensi, dan kecintaan terhadap tim nan telah diperjuangkannya selama bertahun-tahun.
“Konsistensinya tidak bisa diungkapkan lagi dengan kata-kata. Semua tahu gimana beliau mendampingi Madura sejak era persepam,” tukasnya. (nur/zul)

2 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·