Menyelami Gagasan Tabrani, DKP Pamekasan Dorong Generasi Muda Kenali Sejarah

41 menit yang lalu 1
Tabrani(KM/SAFIRA NUR LAILY) ARIEF WIBISONO: Ketua Dewan Kesenian Pamekasan (DKP).

KABAR MADURA | Gagasan, keberanian, dan semangat kebangsaan M. Tabrani perlu kembali diselami, terutama oleh generasi muda di Madura, khususnya masyarakat Pamekasan.

Semangat tersebut menjadi dasar Dewan Kesenian Pamekasan (DKP) mengangkat tema “Tabrani untuk Indonesia” dalam sarasehan literasi nan bakal digelar pada 28 Oktober 2026 mendatang. Kegiatan itu menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Pamekasan ke-496.

Ketua DKP, Arief Wibisono, mengatakan, pembahasan mengenai M. Tabrani tidak semestinya berakhir pada pengenalan sosoknya sebagai tokoh sejarah. Lebih dari itu, generasi muda perlu memahami gagasan, keberanian, dan nilai-nilai nan diwariskannya bagi Indonesia.

Dia menjelaskan, M. Tabrani merupakan putra Pamekasan nan sejak usia muda telah mengambil bagian dalam perjalanan kebangsaan. Pada usia 22 tahun, Tabrani muda berani mencetuskan pendapat Kongres Pemuda dan memperjuangkan bahasa Indonesia sebagai bahasa identitas bangsa hingga kemudian lahir Sumpah Pemuda.

“Kami tidak mau Tabrani ini hanya menjadi arsip. Kami mau menyelami M. Tabrani secara utuh, termasuk keberanian dan gagasannya. Itu nan kemudian bisa diwariskan kepada generasi sekarang,” ujar laki-laki nan berkawan disapa Ayek itu, Selasa (6/10/2026).

Menurut Ayek, latar belakang Tabrani sebagai putra wilayah Pamekasan juga menjadi argumen krusial bagi masyarakat Kota Gerbang Salam untuk ikut mengambil peran dalam mengenalkan warisan pemikirannya.

Melalui sarasehan itu, DKP mau menjadikan sosok Tabrani sebagai pintu masuk untuk melakukan refleksi kebangsaan sekaligus memperkuat pendidikan karakter bagi pelajar.

“Secara kultural dan geografis dia dari Pamekasan. Siapa lagi nan bakal mewariskan pendapat dan nilai-nilai Tabrani jika bukan kita,” tegasnya.

Pendiri Rumah Budaya itu menambahkan, aktivitas tersebut nantinya tidak hanya dikemas dalam corak sarasehan. DKP juga menyiapkan sejumlah aktivitas bernuansa budaya wilayah dengan sasaran peserta pelajar nan bakal berjalan selama satu pekan.

Rangkaian aktivitas itu diharapkan dapat membikin generasi muda tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga semakin dekat dengan khazanah budaya wilayah serta nilai-nilai kebangsaan nan diwariskan para tokoh bangsa.

“Kami mau khazanah kebudayaan menjadi bagian pendidikan karakter bagi anak usian dini,” tukasnya. (nur/zul)

Iklan Madura United

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0