KABAR MADURA | Rencana pengembangan area industri baru di Bangkalan mulai mendapat perhatian dari penanammodal asing. Salah satunya Amerika Serikat nan menyatakan kesukaan untuk memandang lebih jauh potensi area industri di ujung barat Pulau Madura tersebut.
Ketertarikan itu disampaikan dalam pertemuan Bupati Bangkalan Lukman Hakim dengan Konsul Jenderal Amerika Serikat di Surabaya, Chris Green, di Pendopo Agung Bangkalan, Selasa (6/10/2026).
Pertemuan tersebut tidak hanya membahas hubungan sosial, budaya, dan pendidikan. Potensi investasi serta rencana pengembangan area industri juga menjadi salah satu pembahasan utama.
Chris Green menilai posisi geografis Bangkalan menjadi salah satu potensi nan menarik untuk dikaji lebih lanjut. Terlebih, Bangkalan mempunyai kedekatan dengan area metropolitan Surabaya serta akses terhadap sejumlah prasarana nan dapat mendukung aktivitas perdagangan dan industri.
“Bangkalan mempunyai potensi nan besar, khususnya dengan rencana pengembangan area industri baru. Kami mau memandang lebih jauh kesempatan kerja sama nan dapat dikembangkan,” ujar Chris Green.
Ketertarikan tersebut, menurut Chris, nantinya dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan beragam potensi Bangkalan kepada pelaku upaya maupun penanammodal asal Amerika Serikat.
Kendati demikian, kesukaan itu tetap sebatas peluang. Hingga sekarang belum ada kepastian mengenai perusahaan asal Amerika Serikat nan bakal masuk maupun nilai investasi nan berpotensi digelontorkan ke Bangkalan.
Bupati Bangkalan Lukman Hakim menyatakan pemerintah wilayah siap membuka kesempatan kerja sama dengan investor, termasuk mitra dari luar negeri.
Menurutnya, posisi geografis Bangkalan menjadi salah satu modal krusial dalam mendorong pengembangan area industri. Bangkalan berada di sisi barat Madura dan berhadapan langsung dengan area metropolitan Surabaya.
“Bangkalan mempunyai posisi nan sangat strategis. Selain berdekatan dengan area metropolitan Surabaya, kami juga tetap mempunyai kesiapan lahan nan cukup luas termasuk sumber daya berupa gas untuk dikembangkan dan menopang area industri,” jelasnya.
Selain posisi geografis dan kesiapan lahan, Lukman menyebut, jalur laut juga menjadi salah satu aspek pendukung rencana pengembangan area industri. Akses transportasi laut dinilai dapat menunjang mobilitas bahan baku sekaligus pengedaran produk industri ke beragam wilayah.
Saat ini, Pemkab Bangkalan terus mendorong pengembangan area industri melalui kerjasama dengan sejumlah pihak. Salah satunya dengan menggandeng Wiraraja dalam rencana pembangunan area industri nan diharapkan bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi Bangkalan.
Namun, rencana itu tetap memerlukan pembuktian lebih lanjut. Ketersediaan lahan, kepastian tata ruang, kesiapan infrastruktur, pasokan energi, hingga kemudahan perizinan menjadi sejumlah aspek krusial nan bakal menentukan kesiapan Bangkalan sebagai tujuan investasi.
Sebab, masuknya penanammodal tidak hanya ditentukan oleh luas lahan maupun posisi geografis. Kepastian hukum, kesiapan infrastruktur, akses logistik, serta kesiapan tenaga kerja juga menjadi pertimbangan krusial sebelum penanammodal memutuskan menanamkan modal.
Lukman berharap, komunikasi dengan Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya dapat terus berlanjut. Dengan begitu, kesempatan kerja sama nan telah dibahas tidak berakhir pada pertemuan antarpemerintah, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret.
“Kami mau membangun Bangkalan sebagai wilayah nan terbuka terhadap investasi dan mempunyai daya saing. Karena itu, kerjasama dengan beragam pihak, termasuk mitra internasional, sangat krusial untuk mendukung percepatan pembangunan,” pungkasnya. (fik/zul)

52 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·