Kemenhaj dan Yordania Bahas MoU Wisata Jemaah Haji-Umrah, Ini Skemanya

46 menit yang lalu 1

Jakarta, Penamadura.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI membuka kesempatan kerja sama wisata antara Indonesia dan Yordania bagi jemaah haji dan umrah.

Hal itu dibahas Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf saat menerima kunjungan Duta Besar Yordania untuk Indonesia, Sudqi Atallah Al Omoush, di instansi Kemenhaj, Jakarta, Selasa (6/10/2026).

Pertemuan tersebut membahas tindak lanjut usulan nota kesepahaman alias Memorandum of Understanding (MoU) mengenai kunjungan wisata jemaah haji dan umrah Indonesia ke Yordania.

Dalam kerja sama nan sedang dibahas, Yordania berkesempatan menjadi salah satu lokasi wisata bagi jemaah Indonesia nan melakukan perjalanan ibadah ke Tanah Suci.

Menhaj mengatakan, kunjungan wisata tersebut dapat dilakukan sebelum maupun setelah jemaah melaksanakan rangkaian ibadah haji dan umrah.

“Perjanjian MoU ini berangkaian dengan perjalanan wisata bagi jemaah, baik sebelum maupun sesudah melaksanakan ibadah haji dan umrah,” ujar Irfan Yusuf.

Menurutnya, usulan kerja sama tersebut sebelumnya telah disampaikan Pemerintah Yordania kepada Kemenhaj. Pertemuan dengan Dubes Yordania kali ini menjadi bagian dari pembahasan lanjutan untuk mematangkan rencana tersebut.

“Pihak Yordania telah mengusulkan usulan kerja sama ini sejak beberapa waktu lalu, dan pertemuan tadi merupakan kelanjutan pembahasannya untuk menyediakan lokasi wisata bagi jemaah kita nan berangkat alias pulang dari Tanah Suci,” jelasnya.

Irfan menambahkan, kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menguntungkan Indonesia melalui kunjungan wisata jemaah ke Yordania. Pemerintah juga mau membangun pola kerja sama nan memberikan faedah bagi kedua negara.

Karena itu, Kemenhaj berambisi penduduk negara Yordania juga tertarik menjadikan Indonesia sebagai tujuan wisata.

“Selain itu, kami berambisi visitor dari Jordania pun tertarik berjamu ke Indonesia. Jadi ada kerja sama timbal balik: jemaah kita singgah berekreasi di Jordania setelah umrah, sementara penduduk Jordania juga kita ajak menikmati beragam lokasi wisata di Indonesia,” katanya.

Pembahasan dengan Dubes Yordania tersebut menjadi langkah lanjutan dalam merumuskan kerja sama antarkedua negara. Kemenhaj berambisi rencana MoU nantinya dapat disusun secara komprehensif dan memberikan faedah bagi masyarakat Indonesia maupun Yordania.

Dalam pertemuan tersebut turut datang Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Puji Raharjo, Staf Ahli Bidang Hubungan Antar Lembaga Hasan Afandi, serta Direktur Bina Haji Khusus dan Umrah Akhmad Fauzin.

Kerja sama ini sekaligus membuka kesempatan integrasi antara perjalanan ibadah dan wisata nan dapat memperluas pilihan destinasi bagi jemaah Indonesia, sekaligus mendorong hubungan ekonomi dan pariwisata kedua negara. (Red/Emha)

Post Views: 1

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0