BANGKALAN, koranmadura.com – Kondisi mental korban pelecehan seksual oleh oknum ustad terhadap anak di bawah umur di Bangkalan, Madura, Jawa Timur, mulai terganggu. Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) menyiapkan dua psikolog untuk menangani para korban.
Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Bangkalan, Sudiyo, mengatakan hingga saat ini pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap kondisi bentuk dan psikologis para korban.
“Para korban saat ini memerlukan tenaga mahir alias psikolog untuk menangani keadaan mental mereka,” katanya, Kamis, 3 September 2026.
Pihaknya mendampingi para korban agar mereka tidak merasa tertekan dan takut saat diperiksa serta dimintai keterangan oleh pihak kepolisian. Keempat korban sudah diberi asesmen, sedangkan dua korban lainnya dipanggil ke Polres Bangkalan.
“Kami memberi mereka perlindungan dan memastikan keadaan bentuk dan mental korban, ada dua mahir psikolog nan sudah kami datangkan,” ulasnya.
Pemerintah juga membantu biaya visum korban dengan memaksimalkan kondisi anggaran nan ada. Selain itu, tersedia rumah kondusif bagi para korban agar merasa kondusif dari pelaku dan intimidasi lingkungan sekitarnya.
“Itu pun biaya untuk visumnya mereka sudah maksimal ialah Rp750 ribu,” tutupnya.
Sekadar diketahui, kasus pelecehan seksual nan diduga dilakukan oknum pembimbing madrasah berinisial ZA terhadap enam muridnya nan tetap di bawah umur sekarang telah ditangani Polres Bangkalan. Pelaku diduga melancarkan aksinya saat praktik memandikan jenazah di sekolah nan berada di Desa Soket Dajah, Kecamatan Tragah, Bangkalan. (MAHMUD/DIK)

5 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·