Mahasiswa UTM Sulap Jagung Keleyan Jadi Ice Mochi

1 jam yang lalu 2

KABAR MADURA | Jagung menjadi salah satu potensi pangan nan cukup melimpah di Desa Keleyan, Kecamatan Socah, Bangkalan. Melihat potensi tersebut, mahasiswa Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menghadirkan penemuan dengan mengolah jagung menjadi ice mochi jagung nan lebih menarik bagi anak-anak.

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui aktivitas pengabdian kepada masyarakat di SDN Keleyan 2, Desa Keleyan, Jumat (11/9/2026). Kegiatan ini menjadi sarana bagi mahasiswa untuk mengenalkan potensi pangan lokal sekaligus membujuk siswa mengenal beragam corak olahan makanan nan kreatif.

Salah satu mahasiswa nan terlibat dalam aktivitas tersebut, Karisma Kafur Denis Ayunandara, mengatakan pengolahan jagung menjadi ice mochi merupakan salah satu upaya untuk memberikan nilai tambah terhadap potensi pangan nan ada di Desa Keleyan.

Menurut Karisma, jagung tidak kudu selalu dikonsumsi dalam corak olahan nan sudah umum. Dengan kreativitas, bahan pangan lokal tersebut dapat dikembangkan menjadi produk nan lebih dekat dengan selera anak-anak.

“Melalui aktivitas ini, kami mau mengenalkan kepada anak-anak bahwa jagung nan ada di sekitar mereka bisa diolah menjadi makanan nan menarik dan mempunyai nilai tambah,” ujarnya, Selasa (22/9/2026).

Dalam aktivitas tersebut, para siswa diajak mengenal proses pengolahan jagung hingga menjadi ice mochi. Perpaduan tekstur mochi dengan es krim berbahan jagung menjadi pengalaman baru bagi para siswa. Hal itu sekaligus membikin proses pengenalan pangan lokal berjalan lebih menyenangkan.

Kegiatan itu juga menjadi bagian dari upaya mahasiswa UTM memberikan edukasi mengenai pemanfaatan bahan pangan lokal. Jagung diketahui mempunyai sejumlah kandungan gizi, seperti karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral.

Dengan mengemas jagung dalam corak makanan nan lebih familiar bagi anak-anak, mahasiswa berambisi pengenalan pangan lokal tidak hanya berkarakter edukatif, tetapi juga bisa menumbuhkan kesukaan generasi muda terhadap bahan pangan nan tersedia di lingkungan sekitar.

Karisma berbareng enam mahasiswa lainnya terlibat dalam proses perancangan hingga praktik pengolahan produk tersebut. Mereka adalah Muaddin, Mahrus Ali, Khoiron Jaza, Qorina Jamalia, Nanda Nur Sajida Shofiyah, dan Nuraida Ameliana Putri.

Pelaksanaan aktivitas mendapat pendampingan dari tiga pengajar UTM, ialah Fajar Luqman Tri Ariyanto, S.Pd., M.Pd., Dwi Bagus Rendy Astid Putera, S.Pd., M.Pd., dan Dya Qurotul A’yun, S.Pd., M.Pd.

Melalui penemuan ice mochi jagung tersebut, mahasiswa UTM berupaya menunjukkan bahwa potensi lokal dapat dikembangkan menjadi produk nan lebih kreatif. Inovasi juga tidak selalu kudu dimulai dari sesuatu nan rumit, melainkan dapat berangkat dari bahan pangan nan tersedia di sekitar masyarakat.

Jagung nan selama ini menjadi salah satu hasil pangan masyarakat Desa Keleyan pun diperkenalkan kepada siswa dengan langkah berbeda. Harapannya, aktivitas tersebut dapat mendorong anak-anak untuk lebih mengenal dan menghargai potensi pangan lokal sejak usia dini.

“Potensi pertanian ini jika dikembangkan bakal jauh lebih menarik bagi anak-anak selain itu ini jadi edukasi tambahan jika pangan lokal jika diolah juga mempunyai kelebihan tersendiri,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya