BANGKALAN, koranmadura.com – Empat mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) Bangkalan, Madura, Jawa Timur, asal Nusa Tenggara Timur (NTT), turut merasakan akibat gempa nan dialami family mereka di kampung halaman.
Salah satu mahasiswa UTM asal NTT, Yaheskiel Filemon Apiseto, menceritakan keluarganya menjadi salah satu korban nan terdampak langsung musibah gempa di NTT beberapa waktu lalu.
“Rumah saya retak, belum bisa ditinggali lantaran cemas ada gempa susulan,” katanya, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Tidak hanya itu, kedua orang tuanya tetap kudu tinggal di tenda darurat. Hingga saat ini, getaran tetap terus terjadi. Warga pun diminta tetap berhati-hati dan mengurangi aktivitas.
“Meski support makanan dan minuman sudah tiba, tapi belum bisa beraktivitas normal,” ceritanya.
Ayahnya nan bekerja sebagai petani dan ibunya nan semula bekerja di swalayan belum bisa kembali bekerja. Dampak musibah tersebut, kata dia, juga dirasakan oleh dirinya dan teman-temannya nan berada di perantauan.
“Banyak prasarana rusak parah, sehingga akses jalan tetap susah dilewati,” tuturnya.
Ia berambisi musibah gempa di NTT segera berhujung agar tidak menimbulkan trauma berkepanjangan bagi kedua orang tua dan keluarganya. Selain itu, dia berambisi pemerintah segera mengambil langkah perbaikan terhadap sejumlah kerusakan nan terjadi.
“Semoga bisa lekas membaik dan kembali seperti semula,” tutupnya. (MAHMUD/DIK)

2 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·