Kurs Rupiah Hari Ini: Data Terbaru dari Bank Indonesia dan Bank Komersial, 4 Agustus 2026

19 jam yang lalu 5

portalmadura.com –Pada hari Selasa, 4 Agustus 2026, pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat dan mata duit utama lainnya menjadi perhatian utama bagi pelaku pasar dan masyarakat.

Data terbaru menunjukkan dinamika nan bervariasi dari beragam sumber, termasuk Bank Indonesia dan bank komersial terkemuka.

Berdasarkan info nan tersedia, kurs rupiah hari ini menunjukkan sedikit perubahan.

Pemantauan terhadap Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) dan kurs transaksi bank menjadi parameter krusial dalam memahami kondisi pasar kurs asing domestik.

Detail Kurs Dolar AS (USD) terhadap Rupiah (IDR)

Beberapa lembaga finansial besar telah merilis kurs kurs asing mereka untuk hari ini.

Bank Central Asia (BCA) mencatat E-Rate dolar AS pada level beli Rp 18.032,00 dan jual Rp 18.052,00.

Untuk transaksi TT Counter, kurs beli berada di Rp 17.850,00 dan jual di Rp 18.130,00.

Sementara itu, kurs bank notes BCA menunjukkan nomor beli Rp 17.850,00 dan jual Rp 18.130,00.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) melalui Kurs Transaksi BI menetapkan kurs jual dolar AS sebesar Rp 18.148,29 dan kurs beli Rp 17.967,71.

Perbedaan antara kurs jual dan beli ini mencerminkan spread nan umum dalam transaksi kurs asing.

Kurs Transaksi BI ini krusial lantaran menjadi referensi transaksi BI dengan pihak ketiga seperti pemerintah.

Platform KursDollar.org juga melaporkan kurs dolar hari ini, Selasa, 4 Agustus 2026.

Menurut info mereka, kurs dolar di Bank Indonesia menunjukkan penurunan.

Kurs beli berada di Rp 17.901,04 (turun 66,67 poin), kurs jual Rp 18.080,96 (turun 67,33 poin), dan kurs tengah Rp 17.991,00 (turun 67,00 poin).

Untuk kurs spot dunia, tercatat Rp 18.028,66.

Investing.com juga menunjukkan kurs terkini USD/IDR berada di nomor 18.028,0.

Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) sebagai Referensi Utama

Penting untuk dipahami bahwa Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) merupakan kurs referensi utama untuk USD/IDR di Indonesia.

JISDOR disusun berasas kurs transaksi USD/IDR antarbank di pasar kurs asing Indonesia melalui Sistem Monitoring Transaksi Valuta Asing Terhadap Rupiah (SISMONTAVAR) Bank Indonesia secara real time.

Tujuan utama JISDOR adalah untuk menyediakan referensi nilai pasar nan representatif bagi transaksi spot USD/IDR di pasar kurs asing Indonesia.

JISDOR mulai diterbitkan sejak 20 Mei 2013 dan datanya tersedia untuk setiap hari kerja.

Apabila tidak ada info transaksi spot antarbank selama rentang waktu nan ditetapkan, kalkulasi JISDOR bakal menggunakan rata-rata tertimbang kurs transaksi pukul 10.00 – 16.00 WIB hari kerja sebelumnya.

Ini menunjukkan sistem Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas dan kesiapan info kurs referensi.

Kurs Mata Uang Asing Lainnya

Selain dolar AS, BCA juga merilis E-Rate untuk mata duit utama lainnya:

  • Dolar Singapura (SGD): Beli Rp 14.035,95, Jual Rp 14.072,64.
  • Euro (EUR): Beli Rp 20.725,98, Jual Rp 20.787,51.
  • Dolar Australia (AUD): Beli Rp 12.627,81, Jual Rp 12.677,19.
  • Poundsterling Inggris (GBP): Beli Rp 24.193,54, Jual Rp 24.256,91.
  • Yen Jepang (JPY): Beli Rp 114,17, Jual Rp 114,55.

Data dari KursDollar.org juga mengindikasikan bahwa Dolar Singapura (SGD) turut mengalami penurunan.

Kurs beli SGD tercatat Rp 13.960,10 (turun 47,63 poin) dan kurs jual Rp 14.104,81.

Faktor-faktor nan Memengaruhi Kurs Rupiah

Pergerakan kurs rupiah dipengaruhi oleh beragam faktor, baik internal maupun eksternal.

Kebijakan moneter Bank Indonesia, seperti keputusan suku kembang referensi (BI Rate), menjadi salah satu penentu utama.

Selain itu, sentimen pasar global, info ekonomi Amerika Serikat, nilai komoditas, dan arus modal asing juga turut memberikan tekanan alias support terhadap nilai tukar rupiah.

Meskipun info nan tersedia hari ini menunjukkan pergerakan nan condong stabil dengan sedikit penurunan untuk dolar AS dan dolar Singapura di beberapa platform, pelaku pasar tetap disarankan untuk memantau perkembangan ekonomi dunia dan kebijakan domestik secara cermat.

Fluktuasi mini dapat menjadi parameter awal tren nan lebih besar di kemudian hari.

Sebagai contoh, Investing.com pernah melaporkan pada Mei 2026 bahwa rupiah melemah setelah Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo secara tak terduga mengundurkan diri.

Kejadian seperti ini menunjukkan sungguh sensitifnya pasar terhadap berita-berita fundamental.

Namun, untuk hari ini, 4 Agustus 2026, info nan ada lebih menyoroti pergerakan angka-angka transaksi harian.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, pada 4 Agustus 2026, kurs rupiah menunjukkan pergerakan nan terukur.

Dengan dolar AS diperdagangkan di kisaran Rp 18.000-an baik di bank komersial maupun referensi Bank Indonesia, stabilitas relatif tetap terjaga.

Namun, dengan adanya sedikit penurunan nan dilaporkan oleh beberapa sumber untuk USD dan SGD, kewaspadaan tetap diperlukan.

Informasi ini krusial bagi eksportir, importir, investor, dan masyarakat umum untuk membikin keputusan finansial nan tepat.

Tetap ikuti pembaruan dari sumber-sumber terpercaya untuk info kurs kurs asing terkini.

Navigasi pos

Selengkapnya