Kuah Pindang Jadi Ciri Khas Rujak Kelang Branta

3 jam yang lalu 2
KM/ARJUL WAFIQOH | KULINER KHAS: Pembeli menikmati Rujak Kelang Branta nan menggunakan kuah pindang ikan sebagai salah satu karakter utama kuliner tersebut.

KABAR MADURA | Kuah pindang ikan menjadi pembeda Rujak Kelang Branta dengan rujak pada umumnya. Kuliner unik tersebut memanfaatkan ikan hasil tangkapan nelayan sebagai salah satu bahan utama untuk menghasilkan cita rasa nan khas.

Penjual Rujak Kelang Branta, Fat, mengatakan usahanya bermulai dari berdagang dalam skala mini hingga kemudian berkembang. Menurutnya, penggunaan kuah ikan menjadi salah satu karakter utama nan terus dipertahankan.

“Yang membedakan itu ikannya, pakai kuah ikan. Kalau rujak biasa kan pakai air biasa,” ujar Fat, Rabu (16/9/2026).

Pasokan ikan untuk kebutuhan Rujak Kelang diperoleh langsung dari nelayan. Namun, ketersediaannya tidak selalu stabil, terutama ketika kondisi cuaca membikin nelayan tidak melaut.

Ketika pasokan dari nelayan setempat berkurang, Fat kudu mencari ikan dari wilayah lain, seperti Tamperan dan Ketapang, agar produksi tetap berjalan.

Dalam sehari, jumlah ikan nan terjual dapat mencapai lebih dari 100 ekor ketika ramai. Sementara pada hari biasa, penjualan berada di kisaran 70 ekor. Rujak Kelang Branta buka mulai pukul 09.00 hingga 17.00 WIB, dengan peningkatan jumlah pembeli biasanya terjadi pada Jumat dan akhir pekan.

Usaha tersebut sekarang turut memberikan pekerjaan kepada tiga orang nan tetap merupakan bagian dari keluarga. Mereka membantu beragam proses, mulai dari meracik rujak, mengupas buah, hingga mengantarkan pesanan kepada pembeli.

Selain melayani pembelian langsung, Fat menerima pesanan dari pelanggan. Pesanan untuk wilayah sekitar dapat diantarkan, sedangkan pengguna dari letak nan lebih jauh dapat menggunakan jasa kurir secara mandiri.

Perputaran upaya Rujak Kelang Branta juga cukup menjanjikan. Fat menyebut omzet pada kondisi ramai dapat menembus lebih dari Rp2 juta per hari. Sementara ketika jumlah pembeli menurun, omzet berada di kisaran Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per hari.

Dengan mempertahankan kuah pindang dan memanfaatkan ikan dari nelayan sebagai bahan utama, Rujak Kelang Branta menjadi salah satu kuliner nan mempunyai karakter tersendiri sekaligus berangkaian erat dengan potensi hasil laut masyarakat pesisir. (Moh. Rifqi Hafiluddin Firdaus/waw)

Iklan Madura United

Selengkapnya