F-Acara
KM/DEWI FITRIA
LANGSUNGKAN: Suasana penyelenggaraan Lomba Trash into Beauty di Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (5/11/2026).
KABAR MADURA | Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Prakarya Sekolah Menengah Pertama (SMP) Pamekasan sukses menggelar lomba membikin buket kembang berbahan limbah anorganik tingkat SMP/MTs se-Kabupaten Pamekasan.
Mengusung tema Trash into Beauty: Manfaatkan Sampah, Ciptakan Karya Indah, aktivitas tersebut berjalan di Pendopo Mandhapa Agung Ronggosukowati Pamekasan, Kamis (5/11/2026).
Kegiatan tersebut terlaksana berkah kerja sama dan kerjasama MGMP Prakarya SMP Pamekasan, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan, serta DLH Pamekasan. Pelaksanaan lomba itu juga mendapat support penuh dari New HR Pelangi 26.
Kepala Bidang Pengawasan, Pengaduan, dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan, Muhammad Faisal, mengatakan, jumlah peserta nan mendaftar mencapai 117 regu. Setiap regu terdiri atas dua orang sehingga total terdapat 234 siswa SMP nan berperan-serta dalam perlombaan tersebut.
Menurutnya, aktivitas itu merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kabupaten Pamekasan.
“Lomba ini sejalan dengan program kerja DLH ialah dalam rangka mengurangi sampah dari sumbernya. Konsep 3R (Reuse, Reduce, Recycle) kudu diterapkan oleh masyarakat, terutama anak didik di sekolah,” ungkapnya, Kamis (5/11/2026).
Selain mendorong produktivitas siswa, Faisal mengungkapkan, Pamekasan menjadi salah satu dari 30 kabupaten/kota di Indonesia nan terpilih mendapatkan program pendanaan unik dari pemerintah pusat melalui Lomba Sanitasi Desa dan Pengelolaan Persampahan (LSDP). Program tersebut didukung anggaran sekitar Rp120 miliar.
“Keberhasilan ini tidak lepas dari konsistensi Pamekasan nan selalu meraih penghargaan Adipura serta peran aktif satuan pendidikan dalam pengelolaan sampah terpadu dari hulu ke hilir,” tambahnya.
Dukungan terhadap aktivitas tersebut juga disampaikan Kepala Disdikbud Pamekasan, Akhmad Basri Yulianto. Dalam sambutannya, dia mengapresiasi penyelenggaraan lomba prakarya nan untuk pertama kalinya diinisiasi oleh MGMP Prakarya SMP Pamekasan.
“Kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk mengedukasi seluruh satuan pendidikan, guru, dan anak-anak agar bijak dalam mengelola sampah. Barang-barang nan selama ini dianggap kotor, jijik, dan tidak bernilai, rupanya bisa diubah menjadi peralatan nan berbobot ekonomis,” jelasnya.
Basri juga berencana mendorong pembimbing dan siswa nan mempunyai talenta seni lukis serta keahlian agar turut melestarikan warisan budaya tak barang unik Pamekasan, ialah wayang Madura.
Rencana itu bakal dilakukan melalui karya imajinatif dan penyelenggaraan arena perlombaan serupa sebagai wadah bagi para siswa untuk mengembangkan talenta sekaligus mengenalkan budaya lokal. (fit/zul)

20 jam yang lalu
10








English (US) ·
Indonesian (ID) ·