Dua Siswi SMAN 1 Sumenep Harumkan Indonesia, Raih Bronze Award di Young Inventor Challenge Malaysia
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan pelajar Kabupaten Sumenep di kancah internasional. Dua siswi SMA Negeri 1 Sumenep, Cameela Ahmad dan Shaheza Aleesha Risky, sukses meraih penghargaan Bronze Award dalam arena Young Inventor Challenge (YIC) 2026 nan diselenggarakan oleh Association of Science, Technology and Innovation (ASTI) Malaysia.
Keduanya tampil sebagai satu tim delegasi Indonesia setelah terpilih melalui proses seleksi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Kesempatan tersebut diperoleh berkah prestasi mereka dalam arena Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) tingkat nasional tahun sebelumnya.
Cameela Ahmad, siswi kelas XII-F8, merupakan putri pasangan A. Farid dan Enza Resdiana, penduduk Dusun Lao’ Lorong, Desa Andulang, Kecamatan Gapura, Sumenep. Sementara Shaheza Aleesha Risky, siswi kelas XI-F8, merupakan putri Mufti Syaifuddin nan berdomisili di Jalan Teuku Umar Nomor 324, Kelurahan Pandian, Kecamatan Kota Sumenep.
Keberhasilan meraih penghargaan internasional tersebut tidak diraih secara instan. Keduanya kudu melewati serangkaian tahapan pembinaan dan persiapan intensif sebelum tampil dalam kejuaraan nan digelar secara daring tersebut.
Proses persiapan dimulai dari seleksi prapembinaan secara luring, dilanjutkan Pelatnas I nan berfokus pada penyusunan dan pengiriman proposal. Berikutnya, mereka mengikuti Pelatnas II secara daring untuk melaksanakan penelitian sekaligus menyiapkan dan mengirimkan laporan hasil penelitian.
Tahapan terakhir adalah Pelatnas III nan dilaksanakan secara luring di Jakarta sebagai bagian dari persiapan menghadapi arena YIC 2026.
Selama proses tersebut, kedua siswi mendapatkan pendampingan dari Prof. Dr. Ir. Tineke Mandang, M.S. Pembinaan dilakukan secara berjenjang untuk memastikan kesiapan mereka, mulai dari perencanaan penelitian hingga presentasi hasil karya dalam kejuaraan internasional.
Capaian ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi bumi pendidikan Sumenep. Selain membawa pulang Bronze Award, Cameela dan Shaheza juga membuktikan bahwa pelajar dari wilayah mempunyai kesempatan untuk bersaing dan menunjukkan keahlian di tingkat internasional.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jawa Timur Wilayah Sumenep, Dr. Rusliy, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas prestasi nan diraih kedua siswi tersebut.
“Kami menyampaikan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Cameela dan Shaheza atas prestasi nan sukses diraih di tingkat internasional. Ini bukan sekadar keberhasilan membawa pulang lencana perunggu, tetapi juga bukti bahwa siswa di Kabupaten Sumenep mempunyai potensi, kemampuan, dan daya saing untuk tampil di panggung dunia,” ujar Rusliy, Jumat (6/11/2026).
Menurutnya, keberhasilan ini kudu menjadi pemantik semangat bagi pelajar lainnya untuk terus mengembangkan kemampuan, memperkuat budaya belajar, serta berani mengeksplorasi potensi diri, khususnya di bagian penelitian dan inovasi.
Rusliy juga mendorong para siswa di Sumenep agar tidak sigap berpuas diri dengan capaian nan telah diraih. Minat belajar, kreativitas, dan keberanian mengikuti kejuaraan kudu terus ditingkatkan agar semakin banyak pelajar wilayah nan bisa menorehkan prestasi hingga tingkat nasional maupun internasional.
Prestasi Cameela dan Shaheza sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan pendidikan nan berkepanjangan dapat membuka jalan bagi lahirnya generasi muda berprestasi nan bisa membawa nama wilayah sekaligus Indonesia ke panggung dunia.
Selain itu, Dr. Rusliy juga menegaskan, prestasi tersebut kudu menjadi inspirasi bagi pelajar lainnya agar tidak hanya berorientasi pada capaian akademik di ruang kelas, tetapi juga berani mengembangkan kreativitas, inovasi, keahlian berpikir kritis, serta budaya penelitian.
“Anak-anak kudu mempunyai keberanian untuk mencoba, berkompetisi, dan melahirkan gagasan-gagasan baru. Jangan pernah merasa bahwa keterbatasan wilayah menjadi penghalang untuk berprestasi. Justru melalui kerja keras, kemauan belajar, dan pembinaan nan berkelanjutan, siswa Sumenep bisa bersaing dengan pelajar dari beragam negara,” tegasnya.
Rusliy juga berambisi keberhasilan kedua siswi tersebut menjadi pemantik semangat bagi sekolah dan tenaga pendidik untuk terus membuka ruang pengembangan potensi peserta didik.
“Harapannya, prestasi ini tidak berakhir pada Cameela dan Shaheza saja. Harus muncul lebih banyak generasi muda Sumenep nan berani berinovasi dan bisa mengukir prestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pendidikan kudu bisa melahirkan siswa nan tidak hanya pandai secara akademik, tetapi juga kreatif, inovatif, dan mempunyai daya saing,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi
Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

2 jam yang lalu
7








English (US) ·
Indonesian (ID) ·