KMP Mutiara Sentosa 2 Terbakar, Ratusan Penumpang Nekat Melompat ke Laut

9 jam yang lalu 1
KMP TerbakarApi melalap KMP Mutiara Sentosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu (2/8/2026). Kobaran api memicu kepanikan hingga ratusan penumpang nekat melompat ke laut untuk menyelamatkan diri. Hingga Minggu petang, Basarnas mencatat 5 orang meninggal dunia, 227 penumpang sukses diselamatkan, dan sekitar 41 penumpang tetap dalam pencarian. Operasi SAR campuran tetap terus berjalan untuk menemukan seluruh korban nan belum ditemukan. Foto: Evakuasi/ANTARA.

Kepanikan menyelimuti ratusan penumpang Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 setelah kapal nan berlayar dari Surabaya menuju Makassar itu terbakar di perairan utara Kabupaten Sumenep, Minggu pagi (2/8/2026).

Kobaran api nan melalap kapal memaksa ratusan penumpang melompat ke laut demi menyelamatkan diri. Sementara sebagian badan kapal mulai tenggelam. Hingga Minggu petang, Basarnas melaporkan lima korban meninggal bumi dan sekitar 41 penumpang lainnya tetap dalam pencarian.

Berdasarkan info Basarnas hingga pukul 18.00 WIB, kapal tersebut mengangkut 271 orang, terdiri atas 232 penumpang dan 39 anak buah kapal (ABK). Dari jumlah itu, 227 orang sukses diselamatkan, lima orang meninggal dunia, sementara sekitar 41 orang tetap dalam pencarian.

Seperti dikutip Kompas.com, kebakaran diperkirakan terjadi antara pukul 06.00–07.00 WIB ketika kapal berada sekitar 19 mil laut di utara Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep.

Setelah api membesar, sebagian penumpang memperkuat di anjungan dan hadapan kapal, sedangkan lainnya memilih melompat ke laut menggunakan pelampung untuk menyelamatkan diri.

Menurut keterangan Basarnas nan dikutip Associated Press, laporan pertama diterima Kantor SAR Surabaya sekitar pukul 08.24 WIB setelah nahkoda melaporkan kebakaran melalui PT Atosim Lampung Pelayaran (ALP). Namun, tidak lama kemudian komunikasi dengan nahkoda terputus.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengatakan kapal dinyatakan layak berlayar, jumlah penumpang sesuai manifes, dan kondisi cuaca saat kejadian cerah berawan sehingga bukan menjadi penyebab insiden. Menteri AHY menegaskan penyebab kebakaran tetap bakal diinvestigasi oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Seperti diberitakan Kompas.com, operasi pengamanan melibatkan Basarnas, TNI AL, KPLP, serta sejumlah kapal niaga nan berada di sekitar lokasi. Kapal tunda TB Hasnur 26 menjadi armada pertama nan sukses mengevakuasi penumpang, sementara KM Meratus Project 3 lebih dulu menemukan letak namun tidak dapat merapat lantaran mengangkut muatan rawan (dangerous cargo). (bah)

Selengkapnya