(KM/IST) MENGEDUKASI: Peserta KKN Posko 47 memberikan edukasi kepada siswa mengolah sampah plastik menjadi paving.KABAR MADURA | Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Annuqayah (UA) Posko 47 memberikan pendampingan kepada siswa MTs di Pesantren Nurul Imam, Desa Banraas, Kecamatan Dungkek, Pulau Giliyang, dalam mengolah sampah plastik menjadi paving block.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN UA dalam memberikan edukasi sekaligus keahlian praktis kepada generasi muda, khususnya mengenai pengelolaan sampah plastik agar mempunyai nilai guna.
Dalam aktivitas itu, mahasiswa KKN membimbing siswa secara langsung mulai dari proses pengumpulan dan pemilahan sampah plastik hingga tahapan pembuatan paving blok. Para siswa dikenalkan pada konsep bahwa sampah plastik nan selama ini dianggap tidak berfaedah dapat diolah kembali menjadi produk nan bermanfaat.
Ketua KKN UA Posko 47, Baharuddin, menyampaikan, pendampingan tersebut tidak hanya menitikberatkan pada keahlian teknis, tetapi juga mendorong tumbuhnya kesadaran siswa terhadap pentingnya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan.
“Kami berambisi keahlian nan diperoleh siswa dapat dikembangkan secara berdikari dan berkelanjutan. Dengan demikian, siswa tidak hanya bisa mengurangi sampah plastik di lingkungan sekitar, tetapi juga berpotensi mengembangkan aktivitas tersebut menjadi keahlian produktif nan memberikan faedah bagi masyarakat,” paparnya.
Pemanfaatan sampah plastik menjadi paving block dinilai cukup relevan dengan kondisi Pulau Giliyang. Sebab, sebagian akses jalan di wilayah tersebut menggunakan paving block, sehingga produk hasil pengolahan sampah plastik berpotensi mendukung kebutuhan prasarana masyarakat.
“Kami, khususnya peserta KKN UA Posko 47 berupaya menghubungkan persoalan lingkungan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sampah plastik nan berpotensi mencemari lingkungan diarahkan menjadi produk nan mempunyai nilai manfaat,” ujarnya.
Kegiatan di Pesantren Nurul Imam tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran lingkungan sekaligus meningkatkan keahlian siswa. Mahasiswa KKN UA juga mendorong agar keahlian pembuatan paving block dari sampah plastik dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan.
Dengan demikian, kehadiran KKN UA tidak hanya menjadi corak pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana menanamkan kreativitas, kemandirian, serta kepedulian terhadap lingkungan kepada generasi muda di Pulau Giliyang. (ong)

2 jam yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·