Dokter Umum Puskesmas Pademawu Pamekasan dr. Ahmad Kusairi, saat siniar dalam Program Bincang Kesehatan Klik Madura. (ISTIMEWA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Obesitas bukan sekadar persoalan berat badan, tetapi kondisi kelebihan lemak tubuh nan dapat meningkatkan akibat beragam penyakit. Kondisi tersebut kerap berkembang tanpa disadari sehingga krusial mengenali tanda-tanda awal dan menerapkan pola hidup sehat sejak dini.
Dokter Umum Puskesmas Pademawu Pamekasan dr. Ahmad Kusairi mengatakan, obesitas terjadi ketika asupan kalori nan masuk ke tubuh lebih besar dibandingkan kalori nan dibakar melalui aktivitas sehari-hari. Ketidakseimbangan tersebut dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat serta kurangnya aktivitas fisik.
Menurutnya, indikasi awal obesitas sering kali tidak langsung disadari lantaran tubuh tetap melakukan proses kompensasi. Beberapa tanda nan perlu diperhatikan antara lain mengorok saat tidur, tubuh terasa berat, mudah lelah, sering mengantuk, hingga mudah ngos-ngosan ketika beraktivitas.
“Itu tetap ciri-ciri awal, makanya kudu diperhatikan agar tidak terlambat,” ungkap dr. Ahmad Kusairi saat podcast di instansi Klik Madura, Kamis (1/10/2026).
Ia menjelaskan, penyebab obesitas tidak hanya berangkaian dengan pola makan, tetapi juga style hidup nan kurang sehat. Ketika asupan kalori lebih besar daripada daya nan dikeluarkan tubuh, kelebihan daya tersebut bakal disimpan dalam corak lemak di beragam jaringan tubuh.
Kondisi obesitas nan tidak dikendalikan dapat meningkatkan akibat beragam penyakit. Di antaranya osteoartritis, glukosuria melitus jenis 2, penyakit jantung, penyakit ginjal, hipertensi, hingga stroke.
Karena itu, dr. Kusairi mengingatkan pentingnya menjaga keseimbangan antara asupan makanan dan aktivitas fisik. Olahraga secara teratur serta pengaturan porsi makan menjadi bagian krusial dalam upaya mencegah dan mengendalikan obesitas.
“Kalau olahraga itu bisa dimulai dengan jalan kaki sigap selama 30 menit, kemudian olahraga angkat beban dua kali seminggu. Bisa juga atur porsi makan, ialah seperempat makanan pokok, seperempat lauk, dan separuh sayur serta buah,” terangnya.
Selain mengatur porsi makan, dia mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan sarapan. Sarapan tetap penting, tetapi sebaiknya memilih makanan nan tinggi serat dan rendah kalori agar kebutuhan daya terpenuhi tanpa berlebihan.
dr. Kusairi juga menyampaikan pemisah konsumsi harian sejumlah unsur nan perlu diperhatikan untuk menjaga kesehatan. Konsumsi gula maksimal empat sendok makan per hari, garam maksimal dua sendok teh per hari, sedangkan lemak maksimal dua sendok makan per hari.
Untuk mendukung upaya pencegahan dan penemuan awal masalah kesehatan, Puskesmas Pademawu juga menjalankan sejumlah program pelayanan kepada masyarakat.
Di antaranya Cek Kesehatan Gratis (CKG), pelayanan jemput bola, penerapan Integrasi Pelayanan Kesehatan (ILP), serta Program Pos Kesehatan Keluarga (POSGA).
“Kami juga terus melakukan promosi kesehatan dan edukasi digital dengan memanfaatkan portal media serta jejaring media sosial,” pungkasnya. (enk/nda)

38 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·