PAMEKASAN, koranmadura.com – Kasus kematian ibu di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tercatat mencapai 14 kasus hingga September 2026. Angka tersebut tetap lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya nan mencapai 15 kasus.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Saifudin melalui Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Achmad Syamlan mengatakan, kasus kematian ibu tersebut terjadi pada beberapa bulan sepanjang 2026.
“Total sampai September 2026 ada 14 kasus,” kata Achmad Syamlan, Kamis, 244 September 2026.
Rinciannya, dua kasus terjadi pada Januari, tiga kasus pada Februari, dua kasus pada April, tiga kasus pada Juni, satu kasus pada Juli, dua kasus pada Agustus, dan satu kasus pada September.
Menurutnya, penyebab terbanyak kematian ibu tetap didominasi preeklamsia dan perdarahan. Sementara kematian bayi lebih banyak disebabkan bayi berat lahir rendah (BBLR) dan asfiksia.
Dinkes Pamekasan terus melakukan beragam upaya untuk menekan nomor kematian ibu dan bayi (AKI-AKB). Di antaranya melalui expert meeting dan pertimbangan pengelompokkan rumah sakit rujukan berasas kompetensi.
Selain itu, penguatan sistem rujukan berbasis klaster penanganan penyakit juga bakal dilakukan agar penanganan ibu dan bayi dapat lebih sigap dan sesuai dengan kebutuhan.
“Penguatan sistem rujukan bakal terus dilakukan,” ujarnya. (SUDUR/DIK)

9 jam yang lalu
2








English (US) ·
Indonesian (ID) ·