Kekeringan Sampang Paksa Warga Beli Air Rp220 Ribu per Tangki, Bantuan Sejuta Liter Disalurkan

51 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Kekeringan membikin sebagian penduduk Kabupaten Sampang kudu mengeluarkan Rp220 ribu untuk membeli satu tangki air bersih. Kondisi kekeringan Sampang tersebut salah satunya dialami penduduk Dusun Semampir, Desa Kedungdung, nan kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Warga Dusun Semampir, Mahfud, mengatakan air nan dibeli masyarakat diangkut menggunakan truk tangki dari sumber mata air di Dusun Bulang, Desa Pangilen, Kecamatan Sampang.

Setiap rumah sebenarnya telah menyiapkan tandon dan sejumlah jeriken sebagai tempat penampungan. Namun, tandus membikin persediaan air lebih sigap lenyap sehingga penduduk kudu kembali mengeluarkan biaya untuk membeli air.

Di tengah kondisi tersebut, Forum Sampang Sehat (FSS) menargetkan penyaluran satu juta liter air bersih ke lima kecamatan terdampak kekeringan hingga 30 September 2026.

Ketua FSS, Siti Farida, mengatakan lima kecamatan nan menjadi sasaran penyaluran adalah Robatal, Kedungdung, Karang Penang, Tambelangan, dan Sreseh.

Satu juta liter air tersebut setara dengan sekitar 200 kali pengiriman menggunakan truk tangki berkapasitas 5.000 liter. Penyalurannya dilakukan secara berjenjang kepada masyarakat nan mengalami kesulitan air bersih.

“Ini adalah aktivitas rutin tahunan nan kami lakukan berbareng beragam pihak, sebagai ikhtiar meringankan beban penduduk nan terdampak kekeringan pada musim kemarau,” ujar Farida.

Program berjudul “Truk Tangki Sejuta Air Bersih” itu dilepas Bupati Sampang Slamet Junaidi di laman Pendopo Trunojoyo, Senin (7/9/2026). Penyaluran tahap awal kemudian diarahkan menuju Kecamatan Robatal.

Slamet mengatakan program tersebut dipilih agar support dapat dirasakan langsung masyarakat nan sedang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

“Prinsip kami menjalankan program nan berfaedah dan dirasakan langsung. Maka kami pilih Program Sejuta Air Bersih di musim tandus ini,” ujarnya.

Penyaluran air melibatkan FSS berbareng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang dan sejumlah pihak lainnya, antara lain RSUD, Bank Sampang, Perumda Trunojoyo, PT GSM, PT SSS, Baznas Sampang, serta sejumlah rumah sakit dan klinik swasta.

Mahfud menyambut baik support tersebut lantaran dapat mengurangi pengeluaran masyarakat untuk membeli air selama musim kemarau.

“Kami senang dan berterima kasih sekali kepada pemerintah dan semua pihak nan peduli. Program support ini sangat meringankan beban penduduk nan selama ini terpaksa membeli air dengan nilai mahal,” ujarnya, Rabu (9/9/2026).

Namun, dia berambisi penyaluran support tidak menjadi satu-satunya langkah mengatasi persoalan tersebut. Pemerintah diminta menyiapkan solusi jangka panjang agar masyarakat tidak terus berjuntai pada pembelian maupun support air bersih setiap kali musim kemarau.

Sebab, bagi penduduk nan kudu membeli air Rp220 ribu per tangki, kekeringan tidak hanya menjadi persoalan kesiapan air, tetapi juga menambah beban pengeluaran rumah tangga. (Muhaimin, Aminatus Zahroh/waw)

Selengkapnya