(KM/IST) NGANGGUR: 56 dapur MBG di Pamekasan belum beraksi lantaran tetap menunggu keputusan BGN pusat.KABAR MADURA | 56 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pamekasan hingga sekarang belum beroperasi. Puluhan dapur tersebut tersebar di sejumlah kecamatan di Kabupaten Pamekasan.
Koordinator Wilayah (Korwil) Badan Gizi Nasional (BGN) Pamekasan, Haryanto Rahmansyah Tri Arif, mengatakan, puluhan dapur itu belum melayani pengedaran MBG lantaran tetap dalam tahap persiapan dan menunggu keputusan dari BGN pusat.
“Kalau nan belum operasional itu nan tetap proses persiapan, tinggal menunggu keputusan BGN pusat,” ujarnya, Selasa (6/10/2026).
Sementara itu, sebanyak 129 dapur telah beraksi dengan kapabilitas penerima faedah nan berbeda-beda. Haryanto menyebut, rata-rata setiap dapur melayani sekitar 2.000 hingga 3.000 penerima manfaat.
Penerima faedah itu mencakup siswa, santri, serta golongan penerima faedah dalam program 3B, seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.
Dia menjelaskan, penentuan penerima faedah MBG tidak semata-mata ditentukan berasas pembagian kuota secara manual di tingkat daerah. Penetapan tersebut dilakukan oleh BGN melalui sistem nan dikelola di tingkat pusat.
“Dalam rangka perbaikan tata kelola, ke depannya pemerataan penerima faedah dilakukan oleh BGN di pusat melalui sistem nan ada,” jelasnya.
Di sisi lain, Ketua Satgas MBG Pamekasan, H. Sukriyanto, menegaskan, pengawasan terhadap kepatuhan SPPG dalam menjalankan operasional sesuai kebijakan nan bertindak bakal terus dimasifkan.
Menurutnya, keberlangsungan program MBG tidak hanya berjuntai pada jumlah dapur nan beroperasi, tetapi juga pada pemenuhan standar kuantitas, kualitas, dan kepantasan makanan nan diberikan kepada penerima manfaat.
“Imbauan dari kami selaku satgas, kudu tetap menjaga jumlah dan kualitas kelayakan. Artinya, program ini kudu betul-betul dimaksimalkan,” tegas Wakil Bupati Pamekasan itu. (nur/zul)

52 menit yang lalu
2









English (US) ·
Indonesian (ID) ·