Karhutla Marak di Pamekasan, 37 Kebakaran Lahan Terjadi di 18 Desa Selama Agustus 2026

15 jam yang lalu 14
KM/DOK | RAWAN TERBAKAR: Karhutla Pamekasan tercatat terjadi sebanyak 37 kali dan tersebar di 18 desa pada enam kecamatan sepanjang Agustus 2026.

KABAR MADURA | Fenomena kebakaran rimba dan lahan (karhutla) terus menjadi sorotan di Pamekasan sepanjang puncak musim tandus pada Agustus 2026.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Akhmad Dhofir Rosidi, mengatakan sesuai dengan info telah tercatat sebanyak 37 kejadian kebakaran lahan ilalang maupun bambu nan tersebar di 18 desa dan 6 kecamatan. 

“Luas area terdampar bervariasi dari ratusan hingga mencapai 3.000 meter persegi di beberapa lokasi. Maraknya kejadian ini tidak hanya menakut-nakuti ekosistem lingkungan, tetapi juga berpotensi membahayakan pemukiman penduduk sekitarnya,” ungkapnya, Senin (31/8/2026).

Dhofir juga mengungkapkan bahwa kondisi cuaca ekstrem nan terik dan kering menjadi aspek utama nan mempercepat dalam meluasnya api saat ada percikan mini dari api tersebut.

“Faktor kelalaian manusia seperti pembakaran sampah sembarangan, pembukaan lahan dengan langkah dibakar, hingga pembuangan puntung rokok nan tetap menyala sering kali menjadi penyebab utama terjadinya musibah ini,” tambahnya.

Dalam maraknya kejadian karhutla tersebut, Dhofir mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Saya mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran rimba dan lahan. Jangan membakar sampah alias membuka lahan dengan langkah dibakar, terutama pada saat cuaca panas dan kering,” tegasnya.

 Dhofir juga mengingatkan agar penduduk memastikan api betul benar padam serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. 

“Apabila menemukan titik api, masyarakat diharapkan untuk segera melaporkan ke BPBD, Damkar, alias abdi negara terdekat agar tindakan pemadaman dan pencegahan dapat dilakukan secepat mungkin,” tutupnya. (fit/waw)

Selengkapnya