Jenazah Rian Korban KM Virgo Tiba di Rumah Duka, Tinggalkan Istri Hamil Enam Bulan

21 jam yang lalu 4

Suasana rumah duka Nurul Rian Hidayat di Desa Teja Timur, Kecamatan Kota, Pamekasan. (MOH. IQBALUL KHAVEI MZ / KLIKMADURA)

PAMEKASAN || KLIKMADURA – Suasana haru menyelimuti rumah duka Nurul Rian Hidayat (33), penduduk Teja Timur, Kabupaten Pamekasan, Rabu (16/9/2026).

Rian merupakan salah satu korban meninggal bumi dalam kejadian KM Virgo Transport 8 nan terbalik di perairan Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (13/9/2026).

Pantauan di lokasi, jenazah Rian tiba di rumah duka sekitar pukul 10.57 WIB. Kedatangan almarhum langsung disambut tangis family dan penduduk nan telah menunggu.

Suasana semakin haru ketika istri korban, Azimatul Munirah, mendekati mobil jenazah. Perempuan nan tengah mengandung enam bulan itu tak kuasa menahan sedih hingga menangis panik sembari memanggil suaminya.

“Ayah, ayah, ayah,” ucap Azimatul di tengah ratusan penduduk nan datang.

Saat tiba, jenazah Rian langsung dibawa ke masjid untuk disalatkan. Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman datang dan menjadi pemimpin salat jenazah.

Usai disalatkan, peti jenazah kemudian dibawa kembali ke rumah duka. Tangis family kembali pecah saat peti jenazah diletakkan di hadapan mereka.

Azimatul nan menggendong anaknya telihat mendekat ke peti jenazah sang suami. Ia tampak menjelaskan kepada anaknya bahwa ayahnya sedang beristirahat.

“Ayah bobok nak. Ayah bobok,” ucapnya di depan peti jenazah suaminya.

Sementara itu, Yanti, ipar korban, mengungkapkan bahwa Rian sempat melakukan video call dengan istri dan anaknya beberapa jam sebelum dinyatakan lenyap kontak.

Menurutnya, komunikasi terakhir tersebut terjadi pada Minggu (13/9/2026) awal hari. Setelah itu, family tidak lagi mendapatkan berita dari Rian.

“Rian sempat video call anak dan istrinya tengah malam. Terus lenyap kontak sekitar jam satu,” katanya.

Yanti mengatakan, beberapa waktu sebelum kejadian terjadi, Rian sempat berpesan kepada istrinya agar tidak terlalu banyak memikirkan kebutuhan keluarga.

“Beberapa waktu lampau sebelum meninggal, almarhum bilang kepada istrinya agar tidak terlalu banyak pikiran. Katanya, kebutuhan anaknya sudah dipenuhi untuk satu bulan,” tandasnya. (ibl/nda)

Selengkapnya