Jalan Sumenep-Kalianget Rusak, Aktivitas Logistik Kepulauan Terancam
LIMADETIK.COM, SUMENEP – Dermaga di Desa Kalianget Timur, Kecamatan Kalianget, Kabupaten Sumenep, menjadi salah satu jalur krusial pengedaran kebutuhan pokok menuju wilayah kepulauan. Hampir setiap hari, siang hingga malam, arus peralatan dan kebutuhan masyarakat kepulauan terus bergerak melalui area tersebut.
Namun, akses menuju pusat aktivitas logistik itu justru menghadapi persoalan klasik: jalan nasional Sumenep-Kalianget nan dinilai terus dibiarkan rusak dan hanya ditangani dengan tambal sulam.
Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Sarkawi, pemerhati dari Brigade 571. Menurutnya, Kalianget Timur mempunyai posisi strategis sebagai wilayah transit antarpulau sehingga keberadaan dermaga di wilayah tersebut sangat berangkaian dengan kelancaran roda perekonomian masyarakat kepulauan.
“Kalau tidak ada dermaga di Desa Kalianget Timur, dengan sendirinya perekonomian kepulauan bisa lumpuh total,” ujar Sarkawi, Senin (14/9/2026).
Ia menilai, tingginya aktivitas pengedaran peralatan melalui Kalianget semestinya diimbangi dengan kondisi prasarana jalan nan memadai. Sebab, jalan Sumenep-Kalianget menjadi akses krusial bagi kendaraan nan membawa peralatan maupun masyarakat menuju area pelabuhan.
Ironisnya, kata dia, kondisi jalan tersebut justru tetap ditemukan dalam keadaan berlubang. Situasi itu dinilai membahayakan pengguna jalan, terutama pengendara sepeda motor.
“Sudah bertahun-tahun jalan Sumenep-Kalianget hanya dikerjakan dengan tambal sulam. Bahkan, pekerjaan di lapangan tidak semuanya dikerjakan,” ungkapnya.
Sarkawi juga mempertanyakan pola penanganan jalan nan menurutnya tidak menyelesaikan persoalan secara permanen. Ia menduga terdapat permainan dalam pola pekerjaan pemeliharaan jalan sehingga penanganan jalan tersebut terus dilakukan secara rutin setiap tahun.
Dugaan tersebut, kata dia, perlu ditindaklanjuti dan diperiksa oleh pihak berkuasa agar tidak menimbulkan prasangka di tengah masyarakat.
“Jangan sampai masyarakat hanya memandang jalan ditambal setiap tahun, tetapi kerusakan kembali muncul. nan dibutuhkan masyarakat adalah jalan nan betul-betul layak dan aman,” tegasnya.
Menurut Sarkawi, pemerintah wilayah tidak boleh tinggal tak bersuara memandang kondisi tersebut. Pemerintah Kabupaten Sumenep berbareng DPRD dinilai perlu memperjuangkan kepentingan masyarakat agar ruas Sumenep-Kalianget mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah nan mempunyai kewenangan terhadap jalan nasional.
Ia meminta perbaikan tidak lagi sekadar berkarakter tambal sulam, melainkan dilakukan secara menyeluruh pada titik-titik jalan nan mengalami kerusakan.
“Pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor, memerlukan jalan nan aman. Jangan hanya tambal sulam setiap tahun,” katanya.
Sarkawi juga mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa agar memberikan perhatian terhadap kondisi ruas tersebut.
Menurutnya, jalan Sumenep-Kalianget layak diprioritaskan dalam program peningkatan prasarana lantaran berangkaian langsung dengan mobilitas masyarakat sekaligus pengedaran kebutuhan pokok ke wilayah kepulauan.
“Harapannya jalan Sumenep-Kalianget bisa diprogramkan untuk diperbaiki secara total, bukan lagi sekadar tambal sulam,” pungkasnya.
Penulis : Wahyu
Editor : Wandi
Follow WA Channel limadetik.com untuk pembaruan buletin terbaru setiap hari Follow

55 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·