BANGKALAN, koranmadura.com – Burger, nugget, hingga kentang goreng semakin berkawan dengan menu anak-anak. Mahasiswa Universitas Trunojoyo Madura (UTM) membujuk anak-anak mengenali pilihan pangan sehat nan berasal dari lingkungan sekitar.
Edukasi tersebut dilakukan mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UTM di TK Dharma Wanita Persatuan 02 Keleyan dan SDN Keleyan 2, Desa Socah, Rabu, 2 September 2026.
Dalam aktivitas itu, anak-anak dikenalkan pada akibat konsumsi makanan sigap saji secara berlebihan. Mereka juga diajak mengenal jagung sebagai salah satu pilihan pangan lokal nan bergizi.
Ketua Kelompok Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT), Muaddin, mengatakan edukasi tersebut tidak hanya berisi larangan mengonsumsi makanan sigap saji. Anak-anak juga dikenalkan dengan pengganti pangan nan tersedia di sekitar mereka.
“Anak-anak diajak mengenali makanan sigap saji, memahami akibat konsumsi berlebihan, serta diperkenalkan pada faedah jagung nan selama ini dianggap makanan sederhana,” kata Muaddin, Kamis, 3 September 2026.
Menurutnya, jagung dipilih lantaran menjadi salah satu potensi pangan lokal di Desa Socah. Jagung mengandung karbohidrat, serat, vitamin, dan mineral nan dapat mendukung pola makan nan beragam.
“Pesannya sederhana, makanan sehat tidak selalu mahal. Pangan bergizi juga bisa berasal dari apa nan tumbuh di sekitar kita,” ujarnya.
Kegiatan tersebut melibatkan mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PGPAUD), Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), dan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam (PIPA).
“Harapannya, anak-anak tidak hanya tahu makanan nan perlu dibatasi, tetapi juga mengenal pilihan pangan sehat nan ada di sekitar mereka,” pungkas Muaddin. (MAHMUD/DIK)

5 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·