IHSG Anjlok ke 6.541 Akhir Pekan! Tertekan Konflik Timur Tengah dan Kenaikan Yield US Treasury
portalmadura.com — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan menjelang akhir pekan di area merah. Indeks saham domestik terkoreksi sebesar 0,73 persen alias bergeser ke level 6.541,37 pada penutupan sesi II perdagangan Jumat (11/9/2026).
Sejak pembukaan pasar di pagi hari, pergerakan IHSG terus tertahan di area merah. Angka pembukaan di level 6.552,79 menjadi titik tertinggi pergerakan indeks sepanjang hari sebelum akhirnya terus tertekan hingga penutupan sore.
Aktivitas perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatatkan volume transaksi mencapai 30,40 miliar lembar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,6 triliun dari 1,9 juta kali gelombang transaksi. Tekanan pasar terlihat dari kekuasaan saham nan mengalami penurunan harga, di mana sebanyak 453 saham melemah, 183 saham menguat, dan 153 saham bergerak stagnan.
Koreksi meluas ke nyaris seluruh indeks sektoral. Sektor daya menjadi penyumbang penurunan terbesarnya setelah merosot 1,22 persen, disusul oleh pelemahan pada sektor peralatan baku, konsumer non-primer, serta sektor finansial.
Pelemahan indeks saham domestik ini dipicu oleh eskalasi ketegangan geopolitik di Timur Tengah nan mendorong kenaikan nilai minyak bumi hingga menembus nomor USD 100 per barel. Di saat nan sama, lonjakan imbal hasil (yield) US Treasury makin memperberat beban valuasi saham di pasar modal.
“Konflik berkepanjangan membikin nilai minyak bumi berada di atas USD 100 per barel, sedangkan yield tinggi menekan terhadap valuasi saham,” ungkap tim riset Pilarmas Investindo dalam riset hariannya, Jumat (11/9/2026).
Secara analitis teknikal, pergerakan IHSG saat ini terpantau berada dalam fase tren menurun (downtrend). Setelah menyentuh sasaran koreksi di level 6.502, para penanammodal diimbau untuk mewaspadai area koreksi teknikal berikutnya nan diproyeksikan berada di kisaran level 6.448.

35 menit yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·