KABAR MADURA | Sepak bola bukan sekadar pertandingan nan berjalan selama 90 menit di dalam lapangan. Di kembali setiap laga, terdapat beragam sektor nan kudu bergerak dan berkoordinasi agar pertandingan dapat melangkah dengan baik.
Hal tersebut disampaikan Safety Security Officer (SSO) Madura United, Sapto Wahyono, saat menjadi pembicara dalam aktivitas i-League Goes to Campus di Universitas Madura (Unira), Rabu (16/9/2026).
Sapto menjelaskan, sepak bola seumpama cinta dalam sebuah hubungan. Namun, kecintaan terhadap sepak bola tetap kudu melangkah beriringan dengan patokan dan izin nan wajib dipatuhi seluruh pihak nan terlibat.
Menurutnya, sebuah pertandingan sepak bola melibatkan banyak sektor. Oleh karena itu, diperlukan koordinasi antarpihak, termasuk pendekatan dan penyamaan persepsi untuk membangun kerja sama nan kuat.
“Sepak bola itu keseimbangan. Ada pendekatan, penyamaan persepsi dan lainnya. Sehingga menghasilkan sebuah kerjasama nan kuat,” terangnya.
Sapto juga menyoroti pentingnya keterlibatan mahasiswa dalam perkembangan sepak bola, khususnya di daerah. Antusiasme mahasiswa untuk datang langsung menyaksikan pertandingan kandang Madura United dinilai dapat menjadi bagian dari upaya menumbuhkan kecintaan terhadap klub lokal.
Dia berambisi mahasiswa tidak hanya datang sebagai penonton, tetapi juga ikut memberikan support dan menjadi bagian dari perkembangan klub nan bermarkas di Madura tersebut.
“Kami harap, terbentuk suporter baru di kalangan mahasiswa dan antusias di setiap laga home,” tegasnya.
Sementara itu, Manajer Klub dan Community Development i-League, Hanif Marzuki, mengatakan bahwa program I-League Goes to Campus merupakan bagian dari upaya mendekatkan industri sepak bola dengan lingkungan perguruan tinggi.
Menurutnya, program tersebut telah menyasar sekitar 20 kampus di Indonesia nan mempunyai keterkaitan dengan klub Super League maupun Championship.
Hanif menjelaskan, perkembangan sepak bola saat ini tidak terlepas dari aspek industri. Karena itu, mahasiswa perlu memahami beragam sektor nan terlibat di kembali penyelenggaraan pertandingan sepak bola profesional.
“Sepak bola sekarang menjadi industri dengan melibatkan beragam keahlian, mulai dari kesehatan, mahir gizi, IT, komunikasi, dan lainnya,” ungkapnya. (nur/zul)

18 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·