Founder Bashra BIP (Bani Insan Peduli), H. Ali Zainal Abidin saat memberikan nasehat kepada penduduk Pamekasan. (KLIKMADURA)
PAMEKASAN || KLIKMADURA – Momentum Hari Jadi (Harjad) ke-496 Kabupaten Pamekasan menjadi pengingat pentingnya merawat persaudaraan dan memperkuat kepedulian sosial.
Founder Bashra BIP (Bani Insan Peduli), H. Ali Zainal Abidin alias nan berkawan disapa Bang Ali, membujuk masyarakat tidak mudah terpecah oleh perbedaan dan terus menjaga persatuan.
Pesan tersebut disampaikan Bang Ali saat menghadiri Malam Kemilau Madura berjudul Pesona Budaya Pamekasan di area Monumen Arek Lancor, Senin (3/11/2026) malam. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Harjad ke-496 Kabupaten Pamekasan.
Di hadapan masyarakat, Bang Ali menekankan bahwa kerukunan dan persaudaraan merupakan modal krusial dalam membangun daerah. Dia mengingatkan agar perbedaan tidak dijadikan argumen untuk saling menjauh, apalagi memicu perpecahan.
“Saya mau mengingatkan agar masyarakat tidak mudah terpecah belah lantaran perbedaan. Kerukunan dan persaudaraan kudu menjadi kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat nan harmonis,” ujarnya.
Untuk memperkuat pesannya, Bang Ali mengutip Surah Ali Imran ayat 103 nan mengajarkan umat Islam agar berpegang teguh pada tali Allah dan tidak bercerai-berai. Menurutnya, nilai persatuan tersebut kudu diwujudkan melalui tindakan nyata, terutama dengan membangun kepedulian terhadap sesama.
“Persaudaraan kudu diwujudkan dengan kepedulian. Ketika ada kerabat kita nan memerlukan bantuan, sudah semestinya kita datang untuk membantu,” tegasnya.
Dia juga berambisi semangat kebersamaan antara masyarakat dan pemerintah wilayah terus terpelihara demi mendukung pembangunan Pamekasan. Bang Ali turut mendoakan Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman dan Wakil Bupati H. Supriyanto agar senantiasa diberikan kesehatan serta kekuatan dalam menjalankan amanah pemerintahan.
“Semoga Bupati dan Wakil Bupati diberikan kesehatan dan kekuatan sehingga dapat membawa Kabupaten Pamekasan lebih maju dan masyarakatnya sejahtera,” tuturnya.
Tidak hanya berbincang tentang persatuan, Bang Ali juga menunjukkan kepeduliannya terhadap keberlangsungan seni dan budaya lokal. Sebagai corak apresiasi kepada pelaku seni tradisional Madura, dia secara pribadi memberikan bingkisan duit tunai sebesar Rp10 juta kepada grup Musik Daul Semut Ireng.
Bang Ali berambisi kesenian tradisional terus berkembang dan memperoleh support dari beragam pihak. Menurutnya, budaya merupakan identitas masyarakat nan kudu dirawat berbareng agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman. (ibl/nda)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·