KABAR MADURA | Kelompok tani di Kecamatan Proppo, Kabupaten Pamekasan, mengaku tidak mengalami kekurangan pupuk bersubsidi selama periode 2024–2025. Ketersediaan pupuk jenis urea dan NPK dinilai bisa memenuhi kebutuhan petani, khususnya untuk budi daya padi dan cabai.
Ketua Kelompok Tani (Poktan) Ju’ajih Maju, Desa Mapper, Kecamatan Proppo, Noer Kholis, mengatakan bahwa pengedaran pupuk bersubsidi di wilayahnya melangkah lancar selama dua tahun terakhir.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari pengawalan alokasi pupuk nan dilakukan personil Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri, sebagai wakil rakyat dari wilayah pemilihan (dapil) Pamekasan II, meliputi Kecamatan Palengaan dan Proppo.
“Untuk periode 2024-2025, alhamdulillah kebutuhan pupuk di poktan kami, khususnya di Kecamatan Proppo tidak ada kekurangan dan mencukupi untuk tanaman padi dan cabai. Ini berkah adanya pengawalan dan perjuangan dari Pak Tabri, sehingga ada penambahan kuota pupuk untuk Kecamatan Proppo,” ungkapnya.
Kholis menilai, komunikasi antara golongan tani dan wakil rakyat menjadi salah satu sarana untuk menyampaikan kebutuhan petani, terutama mengenai alokasi pupuk dan sarana produksi pertanian.
Selain persoalan pupuk bersubsidi, dia menyebut bahwa golongan tani di Proppo juga mulai mengembangkan aktivitas kewirausahaan di sektor pertembakauan.
Salah satunya melalui pengembangan budidaya tembakau varietas Prancak 95 nan merupakan salah satu varietas tembakau unik Madura.
Kholis mengatakan, melalui pendampingan penyuluh pertanian lapangan (PPL) dan support Tabri, Poktan Ju’ajih Maju sukses mengembangkan program kewirausahaan pemuda di bagian pertembakauan. Program tersebut sukses masuk lima besar tingkat Provinsi Jawa Timur.
Dia berambisi capaian itu dapat menjadi motivasi bagi golongan tani lainnya untuk terus mengembangkan potensi pertanian, termasuk mendorong keterlibatan generasi muda dalam upaya pertembakauan.
Kholis juga mengungkapkan bahwa komunikasi antara pengurus golongan tani dan personil legislatif perlu terus diperkuat untuk membantu menyelesaikan beragam persoalan pertanian.
Menurutnya, persoalan manajemen info petani, kebutuhan pupuk, hingga penyediaan sarana dan prasarana pertanian tetap memerlukan perhatian serta koordinasi beragam pihak.
“Harapan kami sinergi dan komunikasi ini terus terjaga, sehingga persoalan manajemen info tani maupun kebutuhan sarana prasarana pertanian di Kecamatan Proppo dapat terus teratasi,” tutupnya. (fit/waw)

1 jam yang lalu
5








English (US) ·
Indonesian (ID) ·