KABAR MADURA | Anggota Komisi II DPRD Pamekasan, Tabri, menekankan pentingnya kecermatan pendataan petani melalui sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK) untuk memastikan penyaluran pupuk bersubsidi sesuai dengan kebutuhan di lapangan.
Menurutnya, ketepatan info menjadi salah satu aspek krusial agar alokasi pupuk bersubsidi dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani nan berkuasa menerimanya.
Legislator dari wilayah pemilihan (dapil) Pamekasan II (Palengaan-Proppo) itu mengatakan, persoalan manajemen dan pendataan golongan tani kudu mendapat perhatian agar tidak menjadi hambatan dalam penyaluran pupuk.
“Kami terus mendorong dan memfasilitasi agar hambatan manajemen maupun pendataan di tingkat golongan tani dapat segera teratasi. Prinsipnya, hak-hak petani dalam mendapatkan pupuk bersubsidi kudu terus kita kawal bersama,” terangnya.
Tabri menyampaikan bahwa pihaknya terus membuka ruang komunikasi dengan golongan tani, baik dari wilayah pemilihannya maupun wilayah lain di Kabupaten Pamekasan.
Komunikasi tersebut dilakukan untuk menampung aspirasi sekaligus mengetahui persoalan nan dihadapi petani, khususnya mengenai kebutuhan dan pengedaran pupuk bersubsidi.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Melati, Dusun Masjid, Kecamatan Proppo, Pamekasan, H. Fatah, mengungkapkan bahwa kesiapan pupuk bersubsidi di kelompoknya selama periode 2024–2025 relatif lancar.
Menurutnya, kebutuhan pupuk untuk tanaman padi dan tembakau secara umum dapat terpenuhi tanpa mengalami kekurangan maupun kelangkaan nan berarti.
Meski demikian, Fatah menilai koordinasi dengan pihak mengenai tetap diperlukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan alias pengurangan alokasi pupuk di tingkat petani.
“Kami selalu golongan tani tetap mengantisipasi adanya dinamika pengurangan alokasi di tingkat bawah dengan terus berkoordinasi berbareng lembaga terkait, termasuk kepada majelis itu sendiri,” ungkapnya.
Dia berambisi komunikasi antara golongan tani, lembaga terkait, dan personil legislatif dapat terus terjalin agar kebutuhan sarana produksi pertanian tetap mendapat perhatian.
Sementara itu, Tabri menegaskan komitmennya untuk terus mengawal persoalan pengedaran pupuk bersubsidi, terutama dalam membantu menyampaikan aspirasi petani dan mendorong penyelesaian hambatan administratif.
Dengan pendataan nan jeli dan koordinasi nan berkelanjutan, penyaluran pupuk bersubsidi diharapkan semakin tepat sasaran serta bisa mendukung produktivitas pertanian di Kabupaten Pamekasan. (fit/waw)

1 jam yang lalu
4








English (US) ·
Indonesian (ID) ·