Harga dan Menu Mamin Disoal, Kepala dan Sekretaris DPMPTSP Bangkalan Bungkam

5 jam yang lalu 3

BANGKALAN, koranmadura.com – Anggaran makan dan minum (mamin) di Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Bangkalan kembali dipertanyakan. Harga satu paket nasi dianggarkan sebesar Rp30.000, sedangkan nilai snack sebesar Rp15.000 per kotak.

Besaran nilai mamin tersebut memantik pertanyaan dari Pusat Advokasi, Nalar Transparansi dan Akuntabilitas untuk Jawa Timur (PANTAU JATIM). Publik dinilai berkuasa mengetahui makanan dan snack seperti apa nan dibeli dengan nilai tersebut.

“Pihak DPMPTSP menyebut penggunaan anggaran menerapkan efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Kalau begitu, kami meminta keterbukaan, nasi dan snack seperti apa nan dibeli,” kata Ketua PANTAU Jatim, Ahmad Samin, Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurutnya, persoalan bukan sekadar nominal nilai per paket, tetapi juga transparansi penggunaan duit negara. Apalagi, shopping mamin tersebut cukup banyak terserap untuk aktivitas rapat internal.

Samin menilai pola penggunaan tersebut perlu dikritisi lantaran rapat merupakan bagian dari tugas dan tanggung jawab aparatur sipil negara (ASN). Karena itu, pelaksanaannya semestinya dilakukan secara efisien dan tidak mengesampingkan aktivitas nan berakibat langsung kepada masyarakat.

“Seharusnya mamin lebih banyak digunakan untuk aktivitas nan betul-betul dirasakan masyarakat, seperti pengarahan teknis. Jangan sampai anggaran justru gendut di rapat internal,” tegasnya.

Saat kru koranmadura.com meminta penjelasan melalui WA mengenai jenis nasi dan snack nan dibeli, Kepala DPMPTSP Rizal Morris dan Sekretaris DPMPTSP Agus Budisetiawan tidak memberikan jawaban.

Sikap tutup mulut tersebut pun menambah tanda tanya. Ketika transparansi dan akuntabilitas diklaim menjadi prinsip penggunaan anggaran, penjelasan soal shopping mamin justru tidak diberikan.

Perlu diketahui, shopping mamin di DPMPTSP Bangkalan tahun anggaran 2026 mencapai Rp23,415 juta. Ironisnya, sekitar Rp17,1 juta alias kebanyakan anggaran tersebut justru tersedot pada aktivitas bagian perizinan.

Belanja mamin lainnya tersebar pada pengembangan suasana penanaman modal sebesar Rp1,05 juta, promosi Rp1,8 juta, pengendalian Rp2,925 juta, serta pengelolaan info dan sistem info Rp540 ribu. (MAHMUD/DIK)

Selengkapnya