Gus Kikin Nahkodai PBNU, PCNU Pamekasan Harap NU Punya Peta Jalan hingga 2050

17 jam yang lalu 6
PBNU(KM/IST) MUCHLIS NASIR: Ketua PCNU Pamekasan saat menghadiri muktamar NU ke-35.

KABAR MADURA | KH. Abdul Hakim Mahfudz alias nan berkawan disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2026-2031. Gus Kikin terpilih dalam Muktamar ke-35 NU nan digelar di Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8/2026).

Gus Kikin terpilih melalui sistem Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA). Sebelumnya, dia mendapat restu tertulis dari Rais Aam terpilih dan meraih bunyi tertinggi dari muktamirin, ialah 472 suara.

Terpilihnya Gus Kikin membawa angan baru bagi perjalanan dan perkembangan NU ke depan. Salah satu angan tersebut datang dari Ketua PCNU Pamekasan, Kiai Muchlis Nasir.

Kiai Muchlis berambisi kepemimpinan baru PBNU di bawah Gus Kikin bisa membawa NU menjawab beragam tantangan era nan terus berubah.

Menurutnya, tantangan nan dihadapi NU saat ini tentu berbeda dengan kondisi pada tahun-tahun sebelumnya. Sebab itu, diperlukan program dan arah organisasi nan bisa menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman, baik dalam aspek organisasi maupun penguatan sumber daya manusia (SDM).

“Harapannya bisa membawa NU menjawab tantangan zaman, nan tentu berbeda dari abad sebelumnya. Program ini nan disusun, menata organisasi, menata jam’iyah,” ujarnya, Senin (31/8/2026).

Kiai menilai, salah satu tantangan krusial nan kudu menjadi perhatian kepengurusan baru adalah penguatan SDM, termasuk peningkatan kualitas para pengurus NU di beragam tingkatan.

Penguatan tersebut dinilai krusial agar NU tidak hanya bisa menjalankan roda organisasi selama lima tahun masa kepengurusan, tetapi juga mempunyai arah pembangunan nan lebih panjang dan berkelanjutan.

Pihaknya berharap, kepemimpinan Gus Kikin dapat menyusun peta jalan organisasi nan jelas sebagai pedoman bagi perjalanan NU di masa mendatang.

“Bisa membawa NU lima tahun ke depan, hingga NU 25 tahun ke depan. Peta jalan NU hingga 2050,” tegasnya. (nur/zul)

Selengkapnya