KABAR MADURA | Madura United kudu mengakui kelebihan Persebaya Surabaya dengan skor 1-3 pada pekan ketujuh Super League 2026/2027 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Senin malam (26/10/2026).
Pelatih Madura United, Ze Gomes, mengakui pasukan Laskar Sape Kerrab kesulitan menunjukkan permainan terbaiknya pada babak pertama. Namun, bisa meningkatkan performa selepas turun minum hingga sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
“Kami nyaris tidak terlihat di lapangan. Namun, di babak kedua, performa kami membaik. Kami bisa terlibat lebih efektif dalam permainan dan sukses menyamakan kedudukan,” ujarnya.
Bajul Ijo lebih dulu membuka kelebihan melalui gol Miguel Pereira pada menit ke-22. Memasuki babak kedua, Madura United berupaya meningkatkan intensitas permainan untuk mengejar ketertinggalan.
Namun, upaya Laskar Sape Kerrab mendapat tantangan setelah Paulo Sitanggang menerima kartu merah pada menit ke-65. Meski kudu melanjutkan pertandingan dengan 10 pemain, Madura United tetap bisa memberikan perlawanan.
Hasilnya, Gali Freitas sukses mencetak gol pada menit ke-69 sekaligus menyamakan kedudukan menjadi 1-1. Gol itu menjadi suntikan motivasi bagi Madura United untuk mengejar kemenangan.
Sayangnya, angan membawa pulang poin dari Surabaya kudu kandas pada penghujung pertandingan. Persebaya kembali unggul melalui eksekusi penalti Yuran Fernandes pada menit ke-91. Enam menit berselang, Yan Mabella memastikan kemenangan tuan rumah lewat golnya pada menit ke-97.
Ze Gomes menilai, kartu merah Paulo Sitanggang membikin situasi pertandingan semakin susah bagi timnya. Meski demikian, pembimbing asal Portugal itu tetap mengapresiasi semangat juang dan komitmen para pemain nan terus berupaya hingga peluit akhir.
“Saya mau memuji para pemain atas penampilan mereka di babak kedua, semangat juang, dan komitmen nan mereka tunjukkan,” katanya.
Selain menyoroti kartu merah, Ze Gomes juga mempertanyakan sejumlah keputusan wasit sepanjang pertandingan. Dia menilai, terdapat keputusan mengenai pelanggaran dan bingkisan penalti untuk Persebaya setelah peninjauan melalui video assistant referee (VAR) nan perlu dicermati.
“Dan masalahnya bukan haya soal penalti, banyak pelanggatan jelas nan tidak diberikan untuk untung kami, sementara sebaliknya justru terjadi. Hal ini sangat memengaruhi langkah kami bermain,” tambahnya.
Sementara itu, pemain Madura United, Taufik Hidayat, menilai pertandingan berjalan cukup ketat. Namun, dia juga menyinggung sejumlah keputusan wasit nan menurutnya menjadi bagian dari dinamika pertandingan.
“Pertandingan kali ini sebenarnya sama kuat. Cuma, ada beberapa keputusan wasit. Bagaimanapun, selamat buat Surabaya,” tegasnya.
Dengan hasil tersebut, Madura United mengumpulkan 13 poin dari tujuh pertandingan nan dijalani. Laskar Sape Kerrab mencatatkan empat kemenangan, dua kekalahan, dan satu hasil imbang. (nur/zul)

1 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·