Hadiri Show Comedy Santri, H. Her Tegaskan Pentingnya Peran Publik Perempuan NU

1 jam yang lalu 1

KABAR MADURA | Suasana peringatan Hari Santri Nasional 2026 di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan berjalan lebih cair berkah guyonan CEO Bawang Mas Group, H. Khairul Umam.

Pria nan berkawan disapa H. Her tersebut datang dalam aktivitas Show Comedy Santri nan diselenggarakan oleh Pimpinan Cabang Fatayat NU Pamekasan berbareng Ning Inayah Wahid di Jalan R. Abdul Aziz, Jungcangcang, pada Senin (26/10/2026) siang.

Di hadapan ratusan kader Fatayat NU se-Kabupaten Pamekasan, H. Her mendorong wanita agar tidak takut untuk berbincang dan menyampaikan pendapat di ruang publik.

“Ning, saya bebas berbicara, tetapi sekali saya bicara biasanya salah,” ujar H. Her kepada Ning Inayah, nan disambut tawa oleh para peserta.

Di kembali candaannya, H. Her menegaskan dukungannya agar kaum wanita diberikan ruang seluas-seluasnya untuk bersuara.

“Saya mendukung wanita untuk bebas berbicara, dan memang kudu berbicara,” tegasnya.

Menurutnya, keberanian wanita dalam menyampaikan pendapat sangat krusial guna menciptakan kehidupan sosial nan lebih terbuka serta melahirkan ide-ide baru nan konstruktif.

Sementara itu, Ning Inayah Wahid menilai bahwa kebebasan beranggapan merupakan salah satu berkah dari negara kerakyatan nan kudu dijaga bersama.

“Alhamdulillah, saat ini kita bisa berbincang dengan bebas. Negara nan demokratis memberikan kebebasan dalam menyampaikan pendapat,” kata Ning Inayah.

Ketua PC Fatayat NU Pamekasan, Ning Kiptiyah, menjelaskan bahwa aktivitas ini sengaja mengusung tema “Santri Berbicara” dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional 2026.

“Sebagai santri dan kader Fatayat, kita mempunyai kebebasan untuk menyuarakan kebenaran serta keadilan,” ujarnya.

Ia menambahkan, konsep stand-up comedy dipilih agar aktivitas terasa lebih dekat dengan generasi muda, sekaligus melatih keberanian para santri dalam menyampaikan pendapat secara santuy namun tetap berbobot.

Melalui panggung Show Comedy Santri ini, Fatayat NU Pamekasan tidak hanya menyajikan intermezo semata, melainkan juga membuka ruang belajar bagi santri dan wanita agar lebih berani bersuara serta mengambil peran strategis di tengah masyarakat. (*)

Selengkapnya
google.com, pub-8604827097413925, DIRECT, f08c47fec0942fa0