BANGKALAN, koranmadura.com – Fathimah International Elementary School (FIES) Sumenep menggandeng Universitas Trunojoyo Madura (UTM) untuk memperluas pengalaman belajar siswa melalui kerja sama di bagian pendidikan.
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman di Gedung Graha Utama UTM, Bangkalan, Rabu, 16 September 2026.
Salah satu program nan bakal dikembangkan ialah menghadirkan mahasiswa internasional UTM ke lingkungan FIES. Program tersebut diharapkan memberi kesempatan kepada siswa untuk berinteraksi langsung dengan mahasiswa dari luar negeri, sekaligus mengenal bahasa dan budaya asing.
Kepala FIES Sumenep, Rate Seftinindias Dwi Kumala, M.Pd., mengatakan kerja sama dengan UTM merupakan kesempatan untuk memperkaya proses pembelajaran di sekolah.
“Harapannya anak didik kami tidak hanya belajar materi, tetapi juga belajar mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Menurut Sefti, FIES saat ini memasuki tahun kelima operasional dengan jumlah 352 siswa, mulai kelas 1 hingga kelas 5.
Ia mengatakan, pengalaman berinteraksi dengan penutur bahasa asing secara langsung dapat menjadi bagian dari pembelajaran nan lebih kontekstual bagi siswa.
Selain program mahasiswa internasional, kerja sama tersebut juga terbuka untuk dikembangkan pada beragam bagian lainnya, termasuk peningkatan kapabilitas guru.
“Kolaborasi ini tidak hanya untuk anak didik, tetapi juga terbuka untuk pengembangan guru,” katanya lebih lanjut.
Sementara itu, Rektor UTM Prof. Dr. Safi’, S.H., M.H., menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengatakan UTM mempunyai sejumlah sumber daya nan dapat dikolaborasikan dengan satuan pendidikan dasar.
Salah satunya, kata dia, mahasiswa internasional nan saat ini menempuh pendidikan di UTM. Menurut Safi’, mahasiswa tersebut dapat dilibatkan dalam aktivitas pengenalan bahasa dan budaya asing di FIES.
“Yang sangat memungkinkan adalah mahasiswa reguler kita nan berasal dari luar negeri,” jelasnya.
Safi’ menyebut mahasiswa internasional UTM saat ini berasal dari 11 negara. Keberadaan mereka dinilai dapat menjadi bagian dari program edukasi dan hubungan lintas budaya di lingkungan sekolah.
Selain pengembangan kerja sama dengan sekolah, Safi’ mengatakan UTM terus mengembangkan program pendidikan pada beragam jenjang, mulai diploma, sarjana, profesi, magister hingga doktor.
UTM juga menyediakan jalur Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada jenjang tertentu. Melalui jalur tersebut, pengalaman pendidikan maupun pekerjaan nan relevan dapat dinilai dan direkognisi menjadi satuan angsuran semester sesuai ketentuan. FATHOL ALIF

14 jam yang lalu
1








English (US) ·
Indonesian (ID) ·