Denpasar, Penamadura.com – Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI kembali menggelar Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026. Kegiatan tersebut dijadwalkan berjalan pada 10-11 Oktober 2026 di Masjid Agung Sudirman, Kota Denpasar, Bali.
Mengusung tema “Expo & Edukasi: Haji Sukses, Ekonomi Tumbuh”, aktivitas ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat ekosistem ekonomi haji sekaligus meningkatkan literasi masyarakat mengenai penyelenggaraan ibadah haji dan umrah.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekosistem Ekonomi Haji dan Umrah (Dirjen PE2HU) Kemenhaj, Jaenal Effendi, mengatakan expo tersebut tidak hanya menjadi ruang promosi produk UMKM, tetapi juga sarana membangun ekosistem ekonomi haji secara lebih terstruktur.
“Penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 ini bukan sekadar arena pameran, melainkan langkah strategis untuk memetakan dan mengembangkan ekosistem ekonomi haji secara terstruktur,” ujar Jaenal dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Menurutnya, kerjasama lintas sektor, pemberdayaan UMKM lokal, serta edukasi masyarakat menjadi bagian krusial dalam memastikan penyelenggaraan aktivitas haji memberikan faedah nan lebih luas.
Dalam expo tersebut, Kemenhaj melibatkan 50 tenant UMKM dari beragam sektor. Di antaranya kuliner, industri kreatif, oleh-oleh haji dan umrah, serta produk unik daerah.
Rangkaian aktivitas juga dirangkai dengan Kick-Off Manasik Haji bagi calon jemaah haji Provinsi Bali. Selain itu, terdapat beragam program edukasi haji dan umrah nan menyasar family dan anak-anak.
Sedikitnya 500 peserta bakal dilibatkan dalam perlombaan edukatif. Kegiatan juga dilengkapi literasi finansial haji melalui perbincangan interaktif berbareng perbankan syariah.
Tak hanya itu, Kemenhaj menyiapkan obrolan pengembangan ekosistem ekonomi haji di Bali dan simulasi Hajj Store UMKM.
Untuk memperluas kesempatan kerja sama usaha, expo juga menghadirkan agenda Business Matching. Forum tersebut mempertemukan produsen lokal dengan lembaga perbankan, penyelenggara perjalanan ibadah umrah dan haji khusus, serta pelaku upaya lainnya.
Kegiatan semakin semarak dengan agenda Sai Walk & Run nan melibatkan sekitar 1.000 peserta. Peserta berasal dari jemaah haji, duta jemaah, majelis taklim, dan masyarakat umum.
Masyarakat juga dapat memanfaatkan jasa terpadu melalui Hajj Corner. Layanan ini melibatkan sejumlah unsur, mulai dari penyelenggara perjalanan, golongan bimbingan, bank penerima setoran, keimigrasian, hingga jasa kesehatan haji.
Rangkaian Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Bali kemudian ditutup dengan zikir kebangsaan nan dijadwalkan diikuti sekitar 400 peserta.
Jaenal berambisi aktivitas tersebut dapat memberikan faedah dari dua sisi, ialah meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai ibadah haji dan umrah sekaligus membuka ruang pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat dan pelaku UMKM.
“Melalui penyelenggaraan Expo UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah 2026 di Bali ini, kami sangat berambisi masyarakat luas tidak hanya mendapatkan pemahaman nan komprehensif mengenai kebijakan serta tata langkah ibadah haji dan umrah nan kondusif dan nyaman, tetapi juga turut mendongkrak potensi ekonomi kerakyatan secara nyata dan berkelanjutan,” pungkasnya. (Red/Emha)
Post Views: 1









English (US) ·
Indonesian (ID) ·