SAMPANG, koranmadura.com – Fenomena lahan perkebunan tembakau di Desa Gunung Eleh, Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, nan sempat membikin penduduk heran lantaran mengeluarkan bunyi gemuruh, akhirnya mendapat respons dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Timur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sampang, Setda Pemkab Sampang, Pemerintah Kecamatan Kedungdung, serta Pemdes setempat mendampingi tim Dinas ESDM Provinsi Jawa Timur untuk memastikan kondisi kejadian gemuruh tersebut.
“Kami hanya mendampingi pihak ESDM Provinsi Jatim, untuk mengecek letak dan kondisi kejadian gemuruh bunyi di tengah lahan tembakau. Untuk lebih jelasnya, biar kelak pihak ESDM nan menjelaskan,” ujar Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Sampang, Mohammad Hozin, Kamis, 27 Agustus 2026.
Sementara itu, Penelaah Teknis Kebijakan Dinas ESDM Provinsi Jatim, Gabriel, menyampaikan bahwa setelah pihaknya melakukan pengecekan, kejadian lahan tembakau nan sebelumnya mengeluarkan bunyi tersebut saat ini tidak lagi terdengar.
“Alhamdulillah, setelah diukur kami tidak lagi mendengar bunyi-bunyian,” katanya.
Namun demikian, Gabriel tidak bisa memastikan apakah kejadian tanah tersebut bakal mengeluarkan bunyi kembali alias tidak. Sebab, pihaknya mengatakan, untuk saat ini pengukuran nan dilakukan tetap menggunakan metode geolistrik.
“Jadi di bawah apakah itu bunyi dari air ataupun gas, tetap kami selidiki, jadi minta waktu untuk kajian nan kami lakukan,” katanya.
Oleh lantaran itu, pihaknya mengimbau penduduk agar tidak melakukan aktivitas pengeboran untuk mencegah akibat nan tidak diinginkan.
“Selama tidak ada perubahan semisal aktivitas pengeboran alias perubahan lahan di sini, harapannya tetap aman. Karena ketika kami datang, tidak ada bunyi ataupun semburan. Jadi sebelum hasil analisa belum keluar dan diketahui sumbernya dari mana, diharapkan jangan dilakukan pengeboran ataupun penggalian,” imbaunya.
Sedangkan untuk hasil analisis, pihaknya mengatakan umumnya bakal selesai alias keluar sekitar satu hingga dua minggu ke depan.
“Paling sigap seminggu sampai dua minggu,” ujarnya. (muhlis)

5 jam yang lalu
3








English (US) ·
Indonesian (ID) ·