Dugaan Potongan 12 Persen Warnai Revitalisasi 180 Sekolah di Bangkalan

54 menit yang lalu 1

KABAR MADURA | Program revitalisasi sekolah di Bangkalan mendapat sorotan. Pemerhati kebijakan publik, Risang Bima Wijaya, mengungkap adanya dugaan potongan biaya sebesar 12 persen dari anggaran revitalisasi sekolah.

Risang mengungkapkan, pencairan anggaran program tersebut dilakukan secara bertahap. Pencairan tahap pertama telah dilakukan, sedangkan tahap kedua tetap dalam proses setelah penyelenggaraan pengarahan teknis (bimtek).

“Tahap satu sudah cair dan sekarang tahap dua proses pencairan, sudah bimtek. Per sekolah itu nominalnya mulai dari Rp600 juta hingga nan paling besar di Tlagah nan viral itu Rp2 miliar,” ujarnya, Kamis (17/9/2026).

Dia menduga terdapat praktik pengaturan anggaran sebelum biaya revitalisasi dicairkan. Risang menyebut, pihak sekolah diduga telah mendapatkan info mengenai besaran setoran nan kudu diberikan.

“Selain itu sudah dikavling dan ada potongan. Sebelum cair sudah dipesan, kelak setor sekian, 10 persen untuk pengamanan dan dua persen untuk pelaporan,” ungkapnya.

Menurut Risang, dugaan potongan itu disebut-sebut berangkaian dengan pihak dinas. Informasi itu, kata dia, diperoleh dari pihak sekolah nan identitasnya enggan disebutkan.

Selain dugaan potongan anggaran, Risang juga menyoroti keterlibatan pihak Dinas Pendidikan (Disdik) dalam penyelenggaraan program revitalisasi. Dia menegaskan, terdapat pegawai Disdik nan ikut bekerja dalam proyek revitalisasi di Kecamatan Tragah.

“Bahkan di Kecamatan Tragah itu ada pegawai Disdik nan ikut bekerja, padahal revitalisasi tersebut swakelola, bukan kontraktor,” katanya.

Risang menambahkan, dugaan potongan itu mencapai 12 persen untuk setiap sekolah, dengan rincian 10 persen untuk pengamanan dan dua persen untuk pelaporan. Dia juga menyatakan terdapat pegawai Disdik nan mengaku sebagai orang Bupati.

Menanggapi itu, Kepala Bidang (Kabid) SD Disdik Bangkalan, Ali Yusri Purwanto, membantah adanya potongan dalam program revitalisasi tersebut. Dia meminta pihak nan mempunyai bukti mengenai dugaan pemotongan untuk menunjukkannya kepada Disdik.

Dia menambahkan, untuk memastikan pembangunan revitalisasi melangkah sesuai mutu dan tidak terjadi penyelewengan, pengawasan dilakukan oleh konsultan pengawas.

“Tidak ada. Kalau ada bukti potongan bisa ditunjukkan ke kami dan ada konsultan pengawas nan bakal melaporkan progres secara rutin,” tegasnya.

Secara keseluruhan terdapat 180 sekolah jenjang PAUD, SD, dan SMP di Bangkalan nan mendapatkan program revitalisasi. Khusus jenjang SD, sebanyak 43 sekolah telah melakukan perjanjian kerja sama, sedangkan 50 sekolah lainnya tetap dalam proses.

Untuk tahap pertama, Ali menyebut, anggaran nan telah dicairkan mencapai Rp38 miliar untuk 40 sekolah.

“Untuk tahap pertama sudah, anggarannya Rp38 miliar untuk 40 sekolah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Yusri menyebut, rincian anggaran untuk tahap kedua tetap menunggu akumulasi kebutuhan dari sekolah penerima. Kejelasan total anggaran tersebut dijadwalkan diketahui pada pekan depan.

“Untuk anggarannya sendiri, hari ini tetap ada perjanjian kerja sama. Jadi total anggaran alias rincian anggarannya belum keluar,” pungkasnya. (fik/zul)

Selengkapnya